Lelah Diremehkan di Ducati, Casey Stoner Ungkap Alasan Gelar Juara MotoGP 2011 Bersama Honda Lebih Spektakuler

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Lelah Diremehkan di Ducati, Casey Stoner Ungkap Alasan Gelar Juara MotoGP 2011 Bersama Honda Lebih Spektakuler

Casey Stoner saat memperkuat tim Honda di MotoGP. (Foto: Instagram/official_sc27)

LEGENDA balap MotoGP, Casey Stoner, kembali mengenang momen emosional saat mengunci gelar juara bumi keduanya pada musim 2011 berbareng Repsol Honda. Pencapaian tersebut dirasa sangat krusial bagi pembalap asal Australia ini lantaran sukses membungkam keraguan publik nan kerap memandang sebelah mata talenta besarnya.

Sebelum hijrah ke Honda, Stoner meraih gelar juara bumi pertamanya berbareng Ducati pada musim 2007. Namun, kesuksesan tersebut diiringi narasi skeptis dari banyak pihak nan menilai kemenangannya semata-mata lantaran kelebihan mesin 800cc Ducati dan performa superior ban Bridgestone dibanding rivalnya.

Kritikan nan berjalan bertahun-tahun itu membikin Stoner merasa talenta alaminya tidak pernah diapresiasi secara adil. Keputusannya beranjak ke Honda pada 2011 pun menjadi pembuktian berdikari untuk menjawab keraguan publik bahwa dia bisa menang di atas pabrikan berbeda.

"Saya menerima banyak kritik dalam waktu nan cukup lama. Karena kelebihan mesin Ducati, semua orang mengira saya mengendarai motor terbaik. Orang-orang tidak percaya pada talenta saya, mereka hanya percaya pada kekuatan motor Ducati," ungkap Stoner, dikutip dari laman resmi MotoGP, Senin (19/20/2026).

"Jadi, ketika pindah ke Honda nan sudah lama tidak mencicipi gelar juara, lampau kami langsung memenangkan kejuaraan untuk mereka, itu menjadi kebanggaan nan sangat besar bagi saya. Saya tidak berkompetisi hanya untuk diri sendiri, tetapi juga berbareng seluruh tim," tambahnya.

Casey Stoner Casey Stoner

1. Momen Bersejarah di Kandang Sendiri

Penentuan gelar juara bumi 2011 terjadi dalam situasi unik dan dramatis pada seri GP Australia di Sirkuit Phillip Island. Momen tersebut bertepatan langsung dengan hari ulang tahun Stoner nan ke-26, sekaligus menandai kemenangan kelimanya secara beruntun di balapan kandang tersebut.

Peluang mengunci gelar juara lebih awal terbuka lebar setelah rival terdekatnya, Jorge Lorenzo, terpaksa mengundurkan diri akibat cedera jari tangan kiri dalam kejadian kecelakaan di sesi Warm Up. Absennya Lorenzo seketika mengubah pendekatan balap Stoner dari mengincar kemenangan absolut menjadi tampil lebih kalkulatif.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑