Legislator Minta Bekas Karhutla Ditanami Sawit Diusut: Cederai Hati Rakyat

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menyoroti temuan lahan jejak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), nan ditanami kelapa sawit. Daniel meminta abdi negara mengusut pihak nan bertanggung jawab atas keberadaan kebun sawit tersebut.

"Ini mencederai hati masyarakat. Kami minta abdi negara mengusut dan mencari tahu siapa pemilik kebun tersebut. Kalau memang rimba tak bertuan, pasti ada ulah oknum," kata Daniel kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

"Kebakaran lahan sudah jelas dampaknya sangat besar bagi kesehatan masyarakat dan hancurnya ekologi," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Dharmasraya nan mencabut tanaman sawit di lahan tersebut. Dia menilai sawit nan berada di lahan jejak kebakaran semestinya diganti dengan tanaman keras untuk memulihkan kembali kegunaan hutan.

"Langkah Pemkab Dharmasraya sudah tepat, ialah mencabut sawit dan menggantinya dengan pohon keras sebagai upaya pemulihan hutan," ujarnya.

Lalu, Daniel mendorong agar lahan-lahan rimba nan terbakar tidak kembali dialihfungsikan untuk perkebunan sawit. Menurutnya, lahan tersebut kudu dipulihkan dengan menanam pohon keras maupun tanaman produktif.

"Kami mendorong agar semua rimba nan terbakar ditanami pohon keras dan pohon produktif, seperti pohon buah-buahan, agar satwa kembali menghuni rimba dan punya sumber makanan," katanya.

Komisi IV DPR, kata Daniel, bakal mendorong agar anggaran Kementerian Kehutanan pada tahun depan lebih besar terhadap program pemulihan rimba nan rusak akibat karhutla.

"Kami di Komisi IV bakal mendorong agar anggaran Kementerian Kehutanan tahun depan memprioritaskan pemulihan hutan. Anggaran bisa direvisi demi mengembalikan rimba nan sudah rusak," ujar Daniel.

Menurut Daniel, langkah Pemkab Dharmasraya nan bergerak sigap di lapangan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Dia meminta pemerintah wilayah melakukan pemantauan terhadap lahan-lahan nan sebelumnya terbakar.

"Kejadian di Dharmasraya adalah contoh baik, lantaran pemda bergerak sigap dan memantau langsung di lapangan. Kami berambisi wilayah lain melakukan perihal nan sama," katanya.

"Kalau ditemukan sawit di lahan jejak kebakaran, cabut dan tukar dengan pohon keras. Pelaku nan terlibat, baik perseorangan maupun korporasi, kudu diberi sanksi," tambahnya.

Sebelumnya, polisi berbareng Pemkab Dharmasraya memasang plang larangan menanam dan bertani di lahan jejak karhutla di letak itu. Pemasangan plang dilakukan setelah ditemukannya bibit sawit nan tertanam di letak tersebut.

Pemasangan plang berjalan pada Jumat (16/10) pukul 15.30 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro berbareng Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan unsur Forkopimda.

Momen pemasangan plang tersebut diunggah di akun resmi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Tampak Annisa berbareng kepolisian dan Forkopimda berkeliling di area jejak kebakaran hutan, lampau menemukan bibit sawit nan baru ditanam.

(azh/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑