Pandeglang -
Polisi hingga saat ini tetap terus menyelidiki penyebab terjadinya ledakan nan mengakibatkan satu nelayan tewas di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tim Puslabfor Bareskrim Polri turun langsung dalam melakukan olah TKP.
"Dari Pusat Laboratorium Forensik alias Puslabfor Bareskrim Polri, hari ini dilaksanakan penelitian bahan-bahan nan ada di letak kejadian, kemudian juga telah dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polres Pandeglang," kata Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhyno mengatakan hinggan saat ini sumber ledakan tersebut. Namun dia menduga sumber ledakan berasal dari peledak ikan, karena penduduk nan tinggal di kampung tersebut kebanyakan sebagai nelayan.
"Peristiwa ini tetap dalam penyelidikan, dugaan sementara mengarah kepada Bom ikan. Mengingat itu adalah kampung nelayan, dan juga pekerjaan nan berada di rumah (korban) adalah nelayan," katanya.
Dhyno melanjutkan akibat kejadian itu, satu orang nelayan dilaporkan meninggal bumi tempat kejadian. Sementara istrinya mengalami luka bakar nan cukup serius.
"Terdapat dua korban, satu meninggal bumi sedangkan nan satu dalam kondisi luka berat. Saat ini korban nan luka berat sudah ditangani di RSUD," katanya.
Diketahui sebelumnya, Warga Kampung Cisarua, Desa Citereup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikagetkan oleh bunyi ledakan nan begitu keras. Ledakan itu diduga berasal dari peledak ikan.
"Saya mendapatkan berita dari pengurus RT setempat bahwa ada kejadian ledakan diduga dari peledak ikan," kata Kepala Desa Citereup, Oman Suherman, saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Oman mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/8), sekitar pukul 13.15 WIB. Ia mengatakan akibat kejadian itu, pemilik rumah berjulukan Muhammad Ali nan berprofesi sebagai nelayan dilaporkan meninggal dunia.
(zap/zap)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·