Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) TB Hasanuddin meminta TNI Angkatan Darat (AD) membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, nan terjadi pada Kamis (16/7/2026).
DPR meminta investigasi menyeluruh terhadap penyebab ledakan, termasuk mengevaluasi sistem penyimpanan amunisi hingga letak gudang.
"Tim investigasi kudu memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, tim investigasi juga perlu memeriksa kondisi dan usia amunisi nan tersimpan, termasuk memastikan ada alias tidaknya amunisi nan telah kedaluwarsa, rusak, maupun mengalami penurunan kualitas.
"Seluruh aspek nan memungkinkan terjadinya ledakan kudu ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional," ujarnya.
Selain itu, TB Hasanuddin meminta TNI AD mengevaluasi keberadaan penyimpanan amunisi nan lokasinya terlalu dekat dengan permukiman warga. Menurut dia, andaikan tidak lagi memenuhi standar jarak aman, penyimpanan tersebut sebaiknya dipindahkan ke letak nan lebih aman.
"Hasil investigasi kudu menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·