Ia mengatakan, penanganan terhadap RGJ untuk sementara difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis sebelum pemeriksaan dilakukan lebih mendalam.
“Kita tetap konsentrasi kepada pemulihan, pengamanan anak ini dulu. Kita juga lebih konsentrasi kepada pemulihan si anak, jangan sampai terpapar ke hal-hal nan lebih jauh juga,” katanya.
Menurut Susmelawati, saat diamankan kondisi pelajar tersebut terlihat tetap syok dan tertekan sehingga interogator tidak langsung mengusulkan banyak pertanyaan.
“Dia tertunduk-tunduk saja. Kita tenangkan dulu. Walaupun dia pelaku, dia anak-anak,” ujarnya.
Susmelawati juga menyebut pelajar tersebut tampak tetap terguncang setelah kejadian. Ia menduga kondisi psikologisnya turut dipengaruhi oleh perundungan nan diakuinya dialami.
“Ini si anak mungkin juga terguncang. Mungkin korban psikologis juga dari teman-temannya. Terus dia melakukan seperti itu,” tuturnya.
Ia memastikan dugaan bullying bakal menjadi bagian krusial dalam penyelidikan. Selain mengusut kasus tersebut, kepolisian juga bakal memperkuat edukasi ke sekolah-sekolah di Sumatera Barat agar perundungan antarsiswa dapat dicegah.
“Besok bakal dilakukan edukasi dan penyuluhan kepada sekolah-sekolah di Sumatera Barat agar anak-anak menghormati temannya, tidak melakukan bullying terhadap sesama satu kelas,” kata Susmelawati.
Ia menambahkan, Polda Sumbar selama ini telah menjalankan program Police Goes to School melalui jejeran Binmas dan Bhabinkamtibmas nan bakal terus dioptimalkan sebagai langkah pencegahan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·