Lebih dari 60 Persen Calon Pengantin Indonesia Melewatkan Medical Check-up sebelum Nikah, Kenapa? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Lebih dari 60 Persen Calon Pengantin Indonesia Melewatkan Medical Check-up sebelum Nikah, Kenapa?  Ilustrasi pernikahan.(Dok. Magnific)

PERNIKAHAN sering kali identik dengan persiapan gedung, katering, dekorasi, hingga sesi foto prewedding. Namun di tengah beragam persiapan tersebut, ada satu perihal nan kerap terlewat, kesehatan calon pengantin.

Padahal, kondisi kesehatan sebelum menikah dapat memengaruhi kualitas hidup pasangan, perencanaan kehamilan, hingga kesehatan anak di masa depan.

Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pemeriksaan kesehatan pranikah alias premarital check-up tetap tergolong rendah. Data BKKBN tahun 2023 menunjukkan hanya 39,7% calon pasangan usia subur di Indonesia nan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, jauh di bawah sasaran nasional sebesar 80%.

Lalu, apa sebenarnya premarital check-up dan kenapa krusial dilakukan? Premarital check-up merupakan serangkaian pemeriksaan kesehatan nan dilakukan sebelum menikah untuk membantu pasangan memahami kondisi kesehatannya sejak awal.

Pemeriksaan ini tidak hanya mencakup tes darah rutin, tetapi juga dapat meliputi skrining penyakit menular seperti HIV, hepatitis, dan sifilis, pemeriksaan golongan darah dan rhesus, pertimbangan kesehatan reproduksi dan kesuburan, skrining penyakit genetik seperti talasemia, hingga pemeriksaan nan berangkaian dengan perencanaan kehamilan.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih dini, pasangan dapat mengambil langkah pencegahan maupun penanganan nan tepat sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Rendahnya nomor pemeriksaan pranikah di Indonesia dipengaruhi oleh beragam faktor. Banyak calon pengantin merasa dirinya sehat sehingga tidak perlu diperiksa, sementara sebagian lainnya cemas dengan hasil pemeriksaan nan mungkin ditemukan.

Faktor biaya juga sering menjadi pertimbangan, meskipun saat ini tersedia beragam pilihan paket pemeriksaan dengan cakupan nan beragam. Selain itu, tetap banyak masyarakat nan belum memahami bahwa tujuan pemeriksaan pranikah bukan untuk mencari kesalahan alias menghalang pernikahan, melainkan sebagai upaya mengenali akibat kesehatan nan mungkin dapat memengaruhi pasangan maupun family di masa depan.

Padahal, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah justru memberikan kesempatan untuk melakukan langkah antisipasi lebih awal.

Mayoritas tenaga kesehatan merekomendasikan premarital check-up dilakukan sekitar 3-6 bulan sebelum pernikahan, sehingga andaikan ditemukan kondisi tertentu, tetap tersedia waktu untuk konsultasi, pengobatan, vaksinasi, perubahan style hidup, alias pemeriksaan lanjutan nan diperlukan.

Dengan demikian, pasangan dapat memasuki pernikahan dengan kondisi kesehatan nan lebih terpantau dan kesiapan nan lebih baik untuk merencanakan masa depan bersama.

Menikah merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidup. Karena itu, persiapannya pun perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dari sisi kesehatan. Jangan menunggu hingga indikasi muncul alias masalah kesehatan ditemukan di kemudian hari. Lakukan premarital check-up sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang bagi diri sendiri, pasangan, dan family nan bakal dibangun.

Untuk mendapatkan pemeriksaan nan komprehensif dan konsultasi nan sesuai kebutuhan, Anda dapat melakukan premarital check-up di laboratorium kesehatan terpercaya seperti Prodia Lab.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, pasangan dapat mengambil langkah nan lebih tepat untuk merencanakan kehidupan nan sehat dan penuh keyakinan. Kunjungi Prodia terdekat alias lakukan reservasi melalui WA Kontak Prodia 0855 1500 830 maupun aplikasi U by Prodia. (RO/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia