Latih Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat dan Bencana di Laboratorium

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Latih Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat dan Bencana di Laboratorium Ilustrasi(Dok Istimewa)

UNIVERSITAS Indonesia (UI) menggelar Program Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana di Laboratorium nan ditujukan unik bagi mahasiswa internasional. Kegiatan nan berjalan pada 10–11 Mei 2026 di Kampus UI Depok ini melibatkan belasan mahasiswa asing dari Asfendiyarov Kazakh National Medical University, Kazakhstan.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Internasional UI nan didukung oleh Hibah Community Development Program Enhancing Quality Education for International Impacts and Recognition (EQUITY) Universitas Indonesia Tahun 2025-2026. Melalui kerjasama ini, UI berupaya mendorong pertukaran pengetahuan, budaya, serta pengembangan kapabilitas keselamatan di tingkat global.

Ketua Program Pelatihan, Rezi Riadhi Syahdi, menjelaskan bahwa laboratorium kampus mempunyai potensi akibat kerja nan tinggi. Oleh lantaran itu, pembekalan mengenai budaya keselamatan sangat krusial bagi mahasiswa asing nan aktif melakukan penelitian di Indonesia.

“Modul ini diharapkan dapat membekali mahasiswa internasional nan beraktivitas di lingkungan kampus, khususnya di laboratorium nan bukan hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga mempunyai beragam potensi akibat kerja," ujar Rezi dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Simulasi CPR hingga Penanganan Tumpahan Kimia

Pelatihan dirancang secara komprehensif dengan mengombinasikan pendalaman teori dan simulasi praktik langsung di lapangan. Materi training berfokus pada tiga aspek utama kedaruratan, ialah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Dasar nan meliputi teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD/CPR), fiksasi dan imobilisasi korban, serta metode pengangkatan dan pemindahan korban cedera. Lalu, simulasi pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara aman.

Selanjutnya, kedaruratan laboratorium dan mitigasi gempa tentang tata langkah penanganan tumpahan bahan kimia rawan di area kerja, serta langkah mitigasi saat terjadi gempa bumi.

Dalam eksekusinya, Rezi didampingi oleh pengajar Fakultas Farmasi UI, Meidi Utami Puteri, Ph.D., serta melibatkan tujuh mahasiswa lintas fakultas dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI. Pelatihan juga didukung oleh tenaga kependidikan dari Kantor Keselamatan dan Lingkungan (K2L) Direktorat Kesejahteraan Kampus UI.

Ke depan, Rezi memproyeksikan modul training ini bakal terus dikembangkan agar adaptif dengan karakter spesifik serta tantangan keselamatan dari beragam jenis laboratorium nan ada di lingkungan UI.

Tantangan Praktik Langsung Dua Menit

Program ini mendapat respons positif dari para peserta internasional. Salah satu mahasiswa asal Kazakhstan, Zhanbota Mukasheva, mengungkapkan bahwa sesi praktik langsung tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) menjadi pengalaman nan paling menantang sekaligus berfaedah bagi dirinya.

“Bagi saya, bagian paling menarik adalah saat memberikan CPR. Melakukannya selama dua menit rupanya sangat menguras daya dan sulit. Pelatihan ini tidak hanya berfaedah tetapi juga dikemas secara menarik," kata Zhanbota menggunakan bahasa Inggris.

Ia pun berambisi keahlian darurat nan didapatkan selama dua hari di UI tersebut dapat diimplementasikan untuk menolong diri sendiri maupun orang lain jika sewaktu-waktu terjadi situasi kritis di realitas nyata.

Selain menerima sertifikasi pelatihan, para mahasiswa asing tersebut berkesempatan melakukan campus tour untuk memandang akomodasi laboratorium di area Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI serta mengunjungi sejumlah landmark ikonis kampus. Agenda ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin kualitas pendidikan, kesehatan nan baik, serta kemitraan global.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia