Lapak Narkoba Kampung Ambon Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Aksi Balasan Bandar

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Lapak Narkoba Kampung Ambon Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Aksi Balasan Bandar Ilustrasi peredaran narkoba.(MI)

AREA lapak liar jejak tempat penyalahgunaan narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat nan sebelumnya ditertibkan petugas campuran sekarang ludes terbakar pada Rabu (14/10) malam. Polisi mendalami dugaan adanya unsur kesengajaan sebagai corak perlawanan dari para bandar narkoba.

"Kita tetap lakukan proses penyelidikan, apakah ini sengaja dibakar sebagai bentuk perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa penyergapan dan penangkapan nan kita lakukan, alias memang terbakar," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Hingga kini, pihaknya tetap menyelidiki penyebab terbakarnya sisa-sisa gedung lapak narkoba tersebut. Nasriadi menegaskan, jika pembakaran ini terbukti merupakan ulah dari jaringan alias bandar narkoba nan terusik oleh tindakan tegas kepolisian, pihak Polres Metro Jakarta Barat tidak bakal tinggal tak bersuara dan bakal memburu para pelaku.

"Kalaupun itu merupakan ulah dari jaringan narkoba alias bandar narkoba nan terusik bisnisnya, kita bakal cari dan kejar mereka sampai ke akar-akarnya," tegas Nasriadi.

Ia menuturkan, kepolisian tidak bakal pernah tunduk maupun takut terhadap intimidasi dari para pelaku kejahatan narkotika.

"Polisi dalam perihal ini tidak takut dengan bandar narkoba. Kita bakal terus melakukan pemberantasan narkoba sesuai petunjuk dan perintah Bapak Kapolri serta Bapak Kapolda Metro Jaya," tuturnya.

Sebanyak tiga orang terluka dalam tindakan penembakan dan penikaman di area Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata (Kampung Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu sore.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, tiga orang awalnya tengah bersantai di bantaran kali, lampau tiba-tiba didatangi lampau diserang oleh beberapa orang tak dikenal.

"Korban tiga orang. Kronologisnya adalah ketika korban tiga orang sedang bersantai di pinggir kali menikmati sore hari, tiba-tiba datang kendaraan, setelah itu turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api," kata Nasriadi kepada wartaan di Jakarta, Rabu.

Nasriadi mengatakan, kejadian itu terjadi pasca penghancuran total lapak-lapak narkoba di area Kampung Ambon nan dilakukan pada Selasa (13/10).

"Tepatnya di wilayah Cengkareng, berhadapan dengan Kampung Ambon alias Kompleks Permata, nan kemarin kita lakukan penggerebekan, kita lakukan pemusnahan peralatan bukti, dan kita melakukan penghancuran lapak," kata Nasriadi.

Dua dari ketiga korban, kata Nasriadi, mengalami luka sayatan senjata tajam, masing-masing pada bagian punggung dan lengan. Sementara satu korban lain tertambak senjata api pada bagian telinga.

"Ketiga korban dalam keadaan saat ini telah kita bawa langsung ke rumah sakit dalam proses perawatan, dan korban dinyatakan sehat, sadar, bisa menyampaikan kronologis kejadian," tutur Nasriadi.

Hingga kini, kepolisian tetap memburu para pelaku sembari menyelidiki hubungan antara kejadian penyerangan berdarah tersebut dengan pembongkaran lapak narkoba nan dilakukan kepolisian.

"Apakah ada hubungannya dengan peristiwa penyergapan Kampung Ambon ini alias tidak ada, kita bakal terus melakukan penyelidikan," tutur Nasriadi. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑