Langkah Pramono Benahi Polusi Jakarta: Bangun PLTSa-Target 10 Ribu Bus Listrik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Suasana lanskap kota nan diselimuti polusi udara di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan polusi udara, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) hingga percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan salah satu konsentrasi utama penanganan polusi adalah pembangunan PLTSa nan ditargetkan bisa menghasilkan listrik hingga 120 megawatt.

“Yang jelas, Jakarta segera berbenah menangani persoalan polusi. Salah satu nan utama adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, jika kelak sudah selesai kurang lebih bakal menghasilkan sampai dengan 120 megawatt,” ujar Pramono di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau program Dinas PPAPP di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia juga menyoroti sumber polusi lain nan berasal dari aktivitas industri berbasis batu bara, termasuk di area sekitar Suralaya, Cilegon, Banten, nan dinilai berakibat pada kualitas udara Jakarta.

“Dan itu jika sudah selesai, saya bakal meminta salah satu sumber utama dari polusi di Jakarta itu kan tetap adanya industri nan menggunakan pembangkit listrik tenaga batubara,” kata Pramono.

“Kalau itu bisa dikurangi terutama di wilayah Suralaya nan kemudian apa udaranya masuk ke Jakarta, itu bakal secara signifikan mengurangi,” lanjutnya.

Selain itu, Pemprov DKI menargetkan penggunaan kendaraan listrik secara masif pada 2030. Salah satu nan disiapkan adalah pengembangan bus listrik untuk Transjakarta hingga 10 ribu unit.

“Bahkan dalam program ke depan, saya menargetkan tahun 2030 Jakarta sudah betul-betul semua mobil busnya, EV busnya, alias bus listrik nan jumlahnya kurang lebih 10.000 bakal kami wujudkan,” ujar Pramono.

Saat ini, menurut Pramono, jumlah bus listrik di Jakarta sudah mencapai sekitar 460 unit dan bakal terus ditingkatkan dalam pengadaan tahun-tahun berikutnya.

“Sekarang kita sudah sampai dengan tahun ini sudah 460-an dan tahun depan pengadaan untuk bus listrik dalam porsi nan lebih besar,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga tengah menangani penumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk di Penjaringan, Jakarta Utara, nan disebut sebagai akibat dari kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Area TPST Bantar Gebang mengalami kejadian longsor sampah di Zona 4 pada Minggu (8/3). Hal itu menyebabkan pembuangan sampah ke Bantar Gebang dibatasi.

“Jadi sampah di mana saja sebagai pengaruh dari Bantar Gebang kemarin, sekarang sedang kita tangani dan mudah-mudahan dalam satu dua hari ke depan termasuk nan di Penjaringan sudah selesai,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan