Menurut Iqbal, pesisir NTB nan luas sangat potensial untuk pengembangan rimba mangrove guna menyerap emisi karbon dan mendukung sasaran penurunan emisi nasional.
"NTB punya banyak potensi dengan pantai-pantai nan sangat sesuai untuk penanaman mangrove. Artinya, ini kontribusi NTB kepada Indonesia dengan menyerap sebanyak mungkin karbon nan ada," pungkas Iqbal.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh lagi mengorbankan alam, melainkan melangkah selaras dan seimbang dengan perlindungan kegunaan lingkungan hidup.
Tujuannya agar faedah dari hasil pembangunan ekonomi bisa dirasakan secara inklusif dan berkepanjangan oleh masyarakat.
Pasar karbon menjadi salah satu solusi pengurangan emisi gas rumah kaca melalui transaksi jual beli angsuran karbon, nan juga berpotensi menghasilkan pendapatan baru.
"Indonesia memerlukan pendanaan besar untuk menurunkan emisi karbon senilai 286 miliar dolar AS alias setara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 triliun, sehingga tidak mungkin pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh negara," ucap Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.
Dia mengatakan, para penanammodal nan melakukan perdagangan karbon dapat melibatkan masyarakat dalam aktivitas penanaman dan pemeliharaan mangrove.
"Aktivitas itu sekaligus menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan," jelas Jumhur.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·