Dalam surat info tersebut, kepala satuan pendidikan dan pembimbing tetap diminta menjalankan tugas dari sekolah. Sementara itu, proses pembelajaran siswa dilakukan secara daring dengan memanfaatkan beragam platform digital.
Sekolah diminta memastikan aktivitas belajar tetap berjalan efektif sehingga materi pelajaran tetap dapat diterima peserta didik meski tidak berada di ruang kelas.
Orang tua alias wali siswa juga diminta berkedudukan aktif mendampingi serta mengawasi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Dengan demikian, kebijakan tersebut bukan berfaedah aktivitas pendidikan dihentikan. Pemerintah hanya mengubah pola pembelajaran untuk mengurangi akibat paparan abu vulkanik terhadap siswa dan penduduk sekolah.
Thomas sebelumnya juga meminta sekolah membatasi aktivitas peserta didik di luar ruangan, khususnya andaikan lingkungan sekolah terdampak abu vulkanik.
"Untuk sementara, aktivitas di luar kelas agar dihindari andaikan kondisi lingkungan terdampak abu vulkanik. Kami juga mengimbau peserta didik untuk menggunakan perangkat pelindung diri, seperti masker, terutama ketika kudu beraktivitas di luar ruangan," jelasnya.
Menurut Thomas, kondisi Gunung Anak Krakatau tetap terus dipantau. Apabila terjadi perubahan situasi, pemerintah bakal kembali menyesuaikan kebijakan aktivitas belajar mengajar.
"Kami juga terus memantau perkembangan ke depan. Apabila ada perkembangan nan mengharuskan dilakukan penyesuaian terhadap aktivitas belajar mengajar, tentu bakal segera kami sampaikan," kata Thomas.
Selain mengalihkan KBM menjadi daring, pemerintah mengimbau siswa, pembimbing dan orang tua mengurangi aktivitas di luar rumah selama tetap terdapat potensi paparan abu vulkanik.
"Masyarakat nan kudu beraktivitas di luar rumah kami anjurkan menggunakan masker untuk mengurangi akibat gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Paparan abu dapat mengganggu saluran pernapasan serta memicu keluhan seperti jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan iritasi kulit," tegasnya.
Sekolah juga diminta memastikan lingkungan satuan pendidikan tetap dalam kondisi aman. Dinas Pendidikan berbareng BPBD di masing-masing wilayah bakal melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan lantaran sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah nan cukup jauh dari pusat erupsi.
Badan Geologi menyebut abu vulkanik terpantau menyebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu.
Data tersebut merupakan hasil campuran info PVMBG melalui MAGMA Indonesia, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin serta kajian gambaran satelit Himawari-9 BMKG.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·