Lalu Lintas Sekitar Monas Padat saat May Day, Polisi Lakukan Rekayasa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Suasana area patung kuda sisi barat monas, massa pekerja tetap mengalir masuk area monas, Jakarta, (1/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) nan berjalan di area Monas dan sekitarnya, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5), menyebabkan kepadatan lampau lintas di sejumlah ruas jalan. Polisi melakukan rekayasa lampau lintas untuk mengurai kemacetan.

Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan ada beberapa titik tindakan unjuk rasa nan berakibat langsung terhadap arus kendaraan.

“Saat ini terdapat tiga titik nan terjadi penyampaian pendapat ataupun berorasi sehingga menyebabkan terjadinya kepadatan arus lampau lintas nan cukup signifikan. Pertama adalah di Patung Kuda, kedua adalah di depan gedung Pertamina, dan nan ketiga adalah di depan Kedubes AS,” kata Robby saat dihubungi, Jumat (1/5).

Massa pekerja mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day 2026 di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Ia menjelaskan, aktivitas massa di titik-titik tersebut membikin arus lampau lintas tersendat, terutama di ruas-ruas jalan sekitar Monas.

“Nah, ini sehingga menyebabkan terjadinya arus lampau lintas nan tersendat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kepadatan tetap terjadi di Jalan Merdeka Timur, termasuk dari area Tugu Tani mengarah ke Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Jadi untuk saat ini terpantau nan tetap padat ialah di Jalan Merdeka Timur, termasuk juga dari Tugu Tani sampai dengan Kedubes AS. Untuk Merdeka Barat, Merdeka Selatan, dan Merdeka Utara tetap cukup kondusif,” jelasnya.

Robby menambahkan, kepadatan juga dipicu oleh banyaknya massa nan menyeberang jalan serta turun dari bus di sejumlah pintu masuk area Monas.

Sejumlah pengemudi ojek online berbanjar memasuki pintu masuk Monas, Jakarta (1/5/2026). Foto: Melano Shalusa/kumparan

“Kali ini kepadatan lantaran banyaknya masyarakat nan menyeberang ataupun turun dari bus nan ada di Pintu Gambir ataupun Pintu Monas, termasuk juga masyarakat nan melangkah kaki menuju Masjid Istiqlal dari Pintu Pertamina Monas,” tuturnya.

Untuk mengurai kepadatan, polisi menerapkan rekayasa lampau lintas di beberapa titik.

“Kita sudah melakukan CB-CB rekayasa lalin untuk kendaraan nan mengarah ke Sudirman-Thamrin, nan mengarah ke Kedubes AS tidak diizinkan,” ujarnya

“Sementara untuk Merdeka Selatan nan mengarah ke Kedubes AS sementara kita luruskan (ke Merdeka Timur), nan di Patung Kuda kita luruskan mengarah ke Bundaran HI ataupun mengarah ke Sudirman-Thamrin, sehingga kelak bisa belok kiri di Kebon Sirih ataupun di Sarinah,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan