Maliq & D’essentials di Tater Musikal Senja Teduh Pelita(MI/Rifaldi Putra )
INDUSTRI seni pagelaran Indonesia kembali diramaikan dengan kerjasama lintas media, jika biasanya masyarakat banyak memandang movie dialihwahanakan ke dalam panggung musikal, sekarang giliran karya musik nan dialihwahanakan ke panggung pertunjukan.
Adalah Tater Musikal Senja Teduh Pelita, ini merupakan pagelaran musikal science fiction futuristik nan diadaptasi dari lagu-lagu grup musik Maliq & D’essentials. Menggabungkan kekuatan musik, teater, dan pesan reflektif tentang masa depan bumi.
"Lebih dari dua dasawarsa berkarya, kami tidak pernah membayangkan lagu-lagu tersebut suatu hari dapat berkembang menjadi sebuah pagelaran musikal dengan cerita nan begitu kuat dan relevan. Musikal Senja Teduh Pelita menghadirkan perspektif baru terhadap karya-karya kami, dan perihal itu menjadi sesuatu nan sangat kami apresiasi," ucap vokalis Maliq & D’essentials, Angga Puradiredja, dalam konvensi pers Rabu (3/5).
Berkolaborasi dengan Jakarta Movin, organisasi seni pagelaran itu lah nan berkedudukan besar menginterpretasikan lagu-lagu Maliq & D'essentials menjadi satu cerita dalam teater musikal Senja Teduh Pelita.
Teater musikal ini bakal menghadirkan kisah emosional tentang keberanian, harapan, dan perjuangan generasi muda di tengah bumi nan berada di periode kehancuran.
"Bagi Maliq & D'essentials, kerjasama ini bukan sekadar penyesuaian lagu ke medium nan berbeda, tetapi juga sebuah kesempatan untuk memandang musik kami hidup, bergerak, dan menemukan makna baru di hadapan penonton,” ujar Angga.
Mengenai proses kreatif, Maliq & D’essentials memilih untuk memberikan kebebasan penuh kepada tim Jakarta Movin dalam mengolah aransemen musik. Drummer Maliq & D'essentials, Widi Puradiredja mengaku pihaknya sengaja membatasi diri untuk tidak terlalu kombinasi tangan guna menghindari kekuasaan ego seniman.
"Di kerjasama ini, kami percaya ada hal-hal nan memang kudu dieksplorasi lebih jauh oleh kolaborator kami. Kami hanya sampai tahap pemilihan music director dan mendengar basic aransemennya saja. Kolaborator sudah memahami DNA Maliq, jadi kami tidak cemas sama sekali," tambahnya.
Adapun teater musikal 'Senja Teduh Pelita' bukan hanya menjadi arena nostalgia bagi para fans Maliq & D'Essentials, tetapi juga menjadi bukti bahwa musik Indonesia mempunyai kedalaman makna nan bisa dieksplorasi lebih jauh. Musikal ini bakal berjalan pada 3-12 Juli 2026, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (Rif)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·