Mei Sada Sirait
, Jurnalis-Rabu, 02 September 2026 |07:05 WIB

Intermittent fasting. (Foto: Freepik)
INTERMITTENT fasting alias pola makan dengan membatasi waktu makan selama periode tertentu sekarang tengah tren dan makin terkenal dijalani masyarakat. Pasalnya, intermittent fasting dinilai jadi salah satu langkah efektif mengatur berat badan.
Namun ternyata, intermittent fasting tak hanya berfaedah untuk jaga corak tubuh. Pola makan ini juga berpotensi memberikan faedah bagi kesehatan otak.

1. Intermittent Fasting Bermanfaat ke Kesehatan Otak
Salah satu pola nan cukup terkenal di Intermittent Fasting adalah 16:8, ialah berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu delapan jam. Dikutip dari Verywell Health, dr Sohiab Imtiaz, MD menjelaskan, pembatasan waktu makan ini dapat membantu tubuh mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Salah satu argumen intermittent fasting dikaitkan dengan kesehatan otak adalah pengaruhnya terhadap kadar gula darah dan peradangan. Ketika seseorang membatasi waktu makan dalam jendela sekitar delapan jam, jumlah kalori nan dikonsumsi bisa ikut berkurang.
Kondisi ini berpotensi membantu mengontrol gula darah dan menurunkan peradangan pada otak alias neuroinflammation. Selain itu, pola makan dengan waktu nan konsisten pada siang hari juga dapat membantu menyelaraskan jam metabolisme tubuh dengan ritme sirkadian nan mengatur siklus tidur.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·