PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat laba nan diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,09 triliun pada semester I 2026, dibandingkan periode nan sama tahun lampau sebesar Rp 702,12 miliar.
Sejalan dengan kenaikan laba, untung per saham dasar (basic earnings per share/EPS) meningkat menjadi Rp 570,94 per saham dari Rp 364,80 per saham pada semester I 2025.
Dari sisi operasional, pendapatan bersih perseroan tumbuh 5,62 persen secara tahunan menjadi Rp 15,25 triliun, dibandingkan Rp 14,44 triliun pada semester I 2025.
Kenaikan pendapatan diikuti dengan peningkatan untung bruto menjadi Rp 2,52 triliun dari Rp 2,24 triliun pada periode nan sama tahun sebelumnya.
Dari sisi beban, beban umum dan manajemen turun menjadi Rp 682,88 miliar dari Rp 948,58 miliar. Sementara beban penjualan naik tipis menjadi Rp 274,41 miliar dari Rp 264,03 miliar.
Perseroan juga membukukan untung selisih kurs bersih sebesar Rp 89,25 miliar, berbalik dari kerugian selisih kurs bersih Rp 11,74 miliar pada periode nan sama tahun lalu.
Lebih lanjut, untung sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp 1,52 triliun dari Rp 989,71 miliar pada semester I 2025. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 380,06 miliar, untung tahun melangkah tercatat Rp 1,14 triliun, naik dari Rp 727,09 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi neraca, total aset Astra Agro per 30 Juni 2026 mencapai Rp 28,85 triliun, meningkat dari Rp 27,04 triliun pada akhir 2025.
Kenaikan aset terutama ditopang oleh lonjakan kas dan setara kas nan naik menjadi Rp 5,14 triliun dari Rp 2,75 triliun. Sementara, total liabilitas meningkat jadi Rp 4,24 triliun dari Rp 2,88 triliun pada akhir 2025.
Total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 24,60 triliun dibandingkan Rp 24,15 triliun pada 31 Desember 2025. Dari laporannya, Astra Agro membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 3,34 triliun, sementara kas dan setara kas pada akhir periode mencapai Rp 5,14 triliun.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·