Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto(MI/Yovanda Izabella)
KABUPATEN Kutai Timur hingga saat ini belum mempunyai lembaga pemasyarakatan (lapas) sendiri. Kondisi tersebut membikin narapidana asal Kutim kudu dititipkan di lapas wilayah lain, sementara ruang tahanan Polres Kutai Timur sekarang mulai mendekati pemisah kapabilitas dengan tingkat keterisian sekitar 78 persen.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, kondisi ruang tahanan saat ini tetap dapat difungsikan, namun tekanan jumlah penunggu terus meningkat, termasuk dari tahanan titipan kejaksaan.
“Ruang tahanan tetap cukup, tetapi saat ini sudah terisi sekitar 78 persen dari kapabilitas nan ada, termasuk tahanan titipan dari kejaksaan,” kata Fauzan, Senin (22/6/2026).
Tidak adanya lapas di Kutai Timur berakibat pada sistem pemasyarakatan. Seluruh narapidana asal Kutim saat ini kudu menjalani masa pidana di Lapas Bontang nan menjadi akomodasi terdekat.
Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berakibat pada beban operasional, tetapi juga menyulitkan family penduduk bimbingan nan mau melakukan kunjungan lantaran jarak nan cukup jauh.
“Lapas terdekat berada di Bontang, sehingga jaraknya cukup jauh dan menjadi hambatan bagi family nan mau menjenguk,” ujarnya.
Melihat kondisi itu, Polres Kutim berbareng Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai mendorong penyusunan kajian ilmiah sebagai dasar pengusulan pembangunan lapas di wilayah tersebut. Kajian ini diharapkan menjadi langkah awal untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Di sisi lain, kepolisian tetap mengoptimalkan penggunaan ruang tahanan nan ada melalui koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan, sembari menunggu proses perencanaan pembangunan berjalan.
“Kami terus berkoordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan untuk mengoptimalkan ruang tahanan nan ada, sekaligus mendorong agar kajian pembangunan lapas segera dilakukan,” kata Fauzan.
Ia berambisi pembangunan lapas di Kutai Timur dapat segera direalisasikan agar pelayanan pemasyarakatan lebih efektif serta tidak menyulitkan masyarakat dan family penduduk binaan.
“Mudah-mudahan pembangunan lapas di Kutim bisa segera terwujud sehingga pelayanan pemasyarakatan lebih baik dan masyarakat tidak kesulitan menjenguk,” pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·