Kurban Bisa Lewat Aplikasi Mulai dari Rp 2,45 Juta, Begini Caranya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Ibadah kurban bisa dilakukan melalui aplikasi. Masyarakat tidak perlu survei ke kandang, cukup memilih hewan kurban melalui aplikasi mulai dari Rp 2,45 juta.

PT Bank Aladin Syariah Tbk berbareng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan jasa pembayaran kurban digital melalui fitur Ala Berbagi. Dengan begitu, masyarakat bisa menunaikan ibadah kurban nan berkah secara lebih praktis, amanah, dan sesuai prinsip syariah melalui jasa digital nan terintegrasi.

Melalui fitur Ala Berbagi-Kurban di aplikasi Bank Aladin Syariah, pengguna dapat membeli hewan kurban terbaik tanpa kudu datang ke peternak alias penjual hewan kurban. Nasabah dapat secara langsung memilih lembaga BAZNAS, lampau memilih jenis hewan kurban mulai dari nilai Rp 2,45 juta untuk domba/kambing standar hingga Rp 21 juta untuk satu sapi, dan menyelesaikan pembayaran hanya dalam satu aplikasi. Setelah transaksi sukses dilakukan, pengguna bakal menerima bukti pembayaran secara otomatis melalui email dan WhatsApp.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi menyampaikan, ibadah kurban adalah corak ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kerja sama dengan BAZNAS RI ini merupakan komitmen Bank Aladin Syariah dalam menghadirkan jasa finansial syariah nan modern dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat.

"Melalui kerjasama dengan BAZNAS RI, kami berambisi jasa pembayaran kurban secara digital ini dapat mempermudah masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban nan berkah dengan nyaman, aman, dan terpercaya. Kami juga mau terus menghadirkan jasa syariah nan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus memberikan akibat sosial nan lebih luas agar tercapainya Kurban Berkah Berdayakan Desa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 nan diinisiasi BAZNAS RI mengintegrasikan ibadah kurban dengan pemberdayaan peternak mustahik dari balai ternak bimbingan nan tersebar di beragam wilayah di Indonesia. Dengan konsep ini, masyarakat nan berkurban ikut membantu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi mengapresiasi sinergi nan terjalin berbareng Bank Aladin Syariah dalam mendukung kemudahan jasa ibadah kurban bagi masyarakat.

"Hadirnya fitur kurban di aplikasi Aladin Syariah membikin masyarakat sekarang bisa berkurban hanya dalam hitungan detik. Ini Insya Allah terwujud nyata untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadahnya nan dijamin keamanannya, transparansi, dan perihal itu kami sampaikan terima kasih.Kami berkomitmen memastikan bahwa menjamin pengelolaan hewan kurban sesuai hukum dan patokan nan berlaku. Dipastikan Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI", jelas Zainut.

Momentum ini juga dimanfaatkan Bank Aladin Syariah untuk menyerahkan hewan kurban berupa sapi sebagai simbol komitmen dan support terhadap program kemaslahatan umat nan secara simbolis diberikan oleh Koko Tjatur Rachmadi dan diterima oleh Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., didampingi oleh jejeran Manajemen Bank Aladin Syariah beserta Pimpinan BAZNAS RI.

Melalui kerjasama ini, kedua pihak berambisi dapat memperluas jangkauan jasa kurban digital sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagi kebaikan kepada sesama. Bank Aladin Syariah juga selalu berupaya menghadirkan jasa syariah digital nan relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan upaya nan berkelanjutan.

Menurut BAZNAS RI, potensi ekonomi kurban nasional sangat besar. Pada tahun 2025, nilai ekonomi kurban diperkirakan mencapai Rp 34,85 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa program kurban nasional mempunyai potensi luar biasa dalam menggerakkan ekonomi umat andaikan dikelola secara profesional.

Seiring dengan semakin kuatnya pendalaman ekosistem finansial syariah, keahlian Bank Aladin Syariah juga menunjukkan tren pertumbuhan nan positif. Hingga Desember 2025, perseroan mencatatkan untung Rp 150,7 miliar dengan total aset mencapai Rp 14,4 triliun, serta jumlah pengguna aktif nan tumbuh 35,5% secara year-on-year.

(ara/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance