Kurangi Penggunaan BBM, Jaringan LNG untuk Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara Dikembangkan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kurangi Penggunaan BBM, Jaringan LNG untuk Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara Dikembangkan

Kurangi Penggunaan BBM, Jaringan LNG untuk Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara Dikembangkan (Foto: PLN EPI)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan LNG Logistics Network Cluster Nusa Tenggara untuk memasok gas ke pembangkit berkapasitas total 477 megawatt (MW) di lima letak di Nusa Tenggara. 

Pengembangan prasarana midstream berbasis Liquefied Natural Gas (LNG) nan ditargetkan mulai onstream pada awal 2029 tersebut bakal menjangkau Lombok, Sumbawa hingga Flores sebagai upaya menggantikan penggunaan BBM pada pembangkit nan dapat menggunakan gas sekaligus memperkuat keandalan pasokan daya primer dan sistem kelistrikan di area Nusa Tenggara. 

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan pengembangan prasarana LNG diperlukan lantaran karakter geografis dan sistem kelistrikan Nusa Tenggara berbeda dengan wilayah nan telah terhubung jaringan pipa gas. Di Lombok, misalnya, belum terdapat pasokan gas langsung dari sisi hulu sehingga dibutuhkan prasarana midstream untuk membawa gas hingga ke pembangkit.

“Untuk kasus Lombok, lantaran tidak ada pasokan gas nan langsung dari upstream, kita kudu mengembangkan midstream-nya agar kita bisa menyediakan sumber gas untuk pembangkit di Lombok,” kata Erma dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Pada tahap awal, jaringan logistik LNG tersebut bakal melayani lima letak pembangkit, ialah PLTMG Lombok Peaker, PLTMG Lombok-2 Sambelia, Sumbawa, Flores, dan Maumere dengan kebutuhan gas rata-rata untuk seluruh jaringan mencapai 39,8 BBTUD. 

Pengembangan gasifikasi diarahkan untuk mengoptimalkan pembangkit nan mempunyai keahlian menggunakan gas namun tetap mengandalkan BBM. Substitusi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan daya primer sekaligus menekan emisi dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

“Pembangkit-pembangkit nan sebenarnya bisa menggunakan gas dan selama ini tetap menggunakan BBM, ini bisa kita tukar sumbernya dengan gas. Selain lebih efisien, gas juga lebih bersih dibandingkan BBM,” ujar Erma.

Untuk menopang pengedaran LNG pada lima letak tersebut, PLN EPI menyiapkan satu LNG carrier berkapasitas 22.000 CBM dengan waktu perjalanan satu siklus alias roundtrip sekitar 10 hari. Kapal tersebut bakal mendistribusikan LNG secara bergilir ke lima letak dalam jaringan Nusa Tenggara.

Di sisi penerima, PLTMG Lombok Peaker direncanakan dilengkapi unit tangki berkapasitas 8000 m3 dengan kapabilitas regasifikasi 32,07 MMSCFD. PLTMG Lombok-2 di Sambelia disiapkan dengan 5000 m3 dan kapabilitas regasifikasi 23,75 MMSCFD.

Sementara itu, akomodasi di Sumbawa direncanakan mempunyai kapabilitas tanki 7500 m3 dengan kapabilitas regasifikasi 29,29 MMSCFD. Flores dengan kapabilitas tanki penyimpanan 2500 m2 dengan kapabilitas regasifikasi 19,08 MMSCFD, sedangkan kapabilitas penyimpanan LNG di Maumere adalah 4500 m3 dan kapabilitas regasifikasi 9,50 MMSCFD.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑