Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

loading...

Kunci bentuk mulai kalah saing dari sensor sidik jari dan kata sandi digital, seiring makin banyak rumah kota besar beranjak ke sistem keamanan pintar. Foto: PT Datascrip

JAKARTA - Anak kunci bentuk kehilangan tempat di rumah-rumah kota besar, digantikan sensor sidik jari dan kata sandi digital.

Rumah tangga perkotaan sedang mengubah kebiasaan lama. Selama puluhan tahun, anak kunci adalah simbol utama keamanan rumah. Perannya sekarang pelan-pelan diambil alih sensor sidik jari, kata sandi, hingga pengenalan wajah.

Pergeseran ini beriringan dengan meluasnya ekosistem rumah pandai di Indonesia.

Lampu, kulkas, robot vacuum dan mop, kamera CCTV, sampai kendaraan listrik sekarang lazim terhubung ke wifi dan smartphone. Pintu rumah jadi salah satu titik terakhir nan belum sepenuhnya masuk ekosistem itu.

Sistem kunci konvensional punya keterbatasan nan selama ini dianggap wajar: kunci bisa diduplikasi tanpa sepengetahuan pemilik rumah, tidak ada riwayat siapa saja nan keluar masuk, dan kunci lenyap berfaedah seluruh sistem penguncian kudu diganti.

Menjawab keterbatasan itu, PT Datascrip resmi memasarkan dua digital door lock baru bermerek Secure — Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1.

Alasan Datascrip Masuk ke Digital Lock

Bobby Ivan, Business Unit Director PT Datascrip, menyebut kebutuhan keamanan rumah tangga sudah bergeser dari sekadar kunci dan gembok menuju kemudahan akses nan terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

"Kami memandang kebutuhan masyarakat terhadap keamanan kediaman terus berkembang seiring perubahan style hidup nan semakin dinamis. Keamanan rumah sekarang tidak lagi hanya identik dengan kunci dan gembok, tetapi juga kemudahan akses dan kenyamanan nan terintegrasi dengan kehidupan masa kini," ungkapnya.

Melalui Secure Eazy Lock E1 dan Secure Premium Lock L1, Bobby menyebut bahwa mau menghadirkan penemuan nan relevan dengan kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat standar baru dalam perkembangan smart home di Indonesia.

Pasar Digital Lock Tumbuh Dua Digit Setiap Tahun

Nilai pasar smart lock bumi tercatat USD 3,17 miliar alias setara Rp56,74 triliun pada 2025, diproyeksikan naik menjadi USD 13,52 miliar alias Rp242 triliun pada 2035. Pertumbuhan tahunan gabungannya (CAGR) mencapai 15,58 persen sepanjang 2026–2035.

Asia Pasifik jadi motor pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi CAGR 16,25 persen pada periode nan sama, didorong urbanisasi dan naiknya pendapatan per kapita di China, India, Jepang, dan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews