Kulit telur ikut terkelupas saat dikupas? Trik sederhana agar putih telur tetap utuh

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Kulit telur ikut terkelupas saat dikupas? Trik sederhana agar putih telur tetap utuh

cara merebus telur | foto ilustrasi: Gemini AI

- Telur rebus sudah matang, tetapi saat kulitnya dibuka justru bagian putih telur ikut tertarik. Akibatnya permukaan telur menjadi bolong-bolong dan kurang rapi, terutama jika telur bakal dipakai untuk bekal, salad, alias hidangan lain.

Masalah ini berangkaian dengan bagian kulit dan membran nan tetap melekat pada putih telur. Cara mendinginkan dan membuka kulit telur bisa membikin proses pengupasan lebih mudah dilakukan tanpa menarik putih telur secara berlebihan.

Kenapa putih telur ikut terkelupas saat kulit telur dibuka?

Kulit telur mempunyai membran di bagian dalam nan berada di antara cangkang dan putih telur. Ketika membran tetap menempel kuat pada putih telur, kulit nan ditarik bisa membawa sebagian permukaannya.

Usia telur juga dapat berpengaruh terhadap kemudahan mengupas. USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS), lembaga USDA nan menangani aspek keamanan dan inspeksi pangan seperti daging, unggas, dan telur, menyebut telur nan sangat segar condong lebih susah dikupas setelah direbus.

Karena itu, telur nan susah dikupas tidak selalu berfaedah langkah merebusnya salah. Kondisi telur dan langkah melepaskan membrannya juga perlu diperhatikan.

Setelah matang, segera dinginkan telur dengan air dingin

Setelah telur selesai dimasak, jangan langsung memaksakan proses pengupasan ketika telur tetap sangat panas. USDA FSIS menyarankan telur nan sudah hard-cooked segera dialiri air dingin, kemudian kulitnya diketuk perlahan sebelum dikupas.

Masukkan telur matang ke dalam air dingin alias aliri dengan air keran dingin hingga suhunya turun. Setelah itu, telur lebih nyaman dipegang dan proses pengupasan dapat dilakukan.

Pendinginan juga membantu menghentikan proses pemasakan sehingga telur tidak terus menerima panas setelah diangkat dari air rebusan.

Pecahkan kulit telur di seluruh permukaannya

Jangan hanya membikin satu lubang besar di ujung telur lampau menarik kulit dari sana. Ketuk permukaan telur secara perlahan sampai muncul retakan mini di beberapa bagian.

Setelah itu, telur dapat digulirkan perlahan di atas permukaan datar dengan tekanan ringan. Tujuannya bukan menghancurkan telur, melainkan membikin kulit mempunyai cukup banyak retakan sehingga lebih mudah dilepas.

Jika kulit sudah retak merata, cari bagian nan mempunyai celah antara cangkang dan membran. Dari bagian tersebut, proses pengupasan biasanya lebih mudah dikontrol.

Mulai dari bagian telur nan mempunyai celah

Salah satu bagian nan bisa dicoba adalah ujung telur nan lebih besar. Di bagian tersebut terdapat ruang udara di antara membran, sehingga sering kali terdapat sedikit ruang untuk memulai pengupasan. USDA menjelaskan bahwa ruang udara memang terbentuk di antara membran telur dan membesar seiring bertambahnya usia telur.

Selipkan ujung jari secara perlahan di bawah membran, bukan sekadar mencungkil putih telur. Setelah mendapat sedikit celah, sorong kulit dan membran menjauh dari permukaan putih telur.

Jika bagian putih telur mulai ikut terangkat, jangan langsung menarik lebih kuat. Berhenti sejenak dan cari bagian membran lain nan lebih mudah dilepaskan.

Kupas perlahan di bawah air mengalir jika tetap sulit

Air dapat membantu saat serpihan kulit alias membran susah dilepaskan. USDA FSIS juga mencantumkan pengupasan telur di bawah air mengalir setelah kulit diketuk.

Caranya sederhana: pegang telur dengan lembut, lampau lepaskan kulit sedikit demi sedikit di bawah aliran air. Air membantu membilas serpihan kulit sehingga bagian nan tetap menempel lebih mudah terlihat.

Tidak perlu menggosok permukaan telur dengan kuat. Jika ada bagian putih telur nan mulai tertarik, pindahkan jari ke bawah membran dan lanjutkan dari bagian tersebut.

Kalau selalu susah dikupas, perhatikan apakah telurnya terlalu segar

Jika telur baru dibeli alias baru beberapa hari disimpan dan nyaris selalu susah dikupas setelah direbus, usia telur bisa menjadi salah satu perihal nan perlu diperhatikan.

USDA FSIS menyebut telur nan sangat segar condong lebih susah dikupas dan menyarankan menggunakan telur nan sudah berada di lemari pendingin selama beberapa minggu untuk hard-cooking jika kemudahan mengupas menjadi pertimbangan.

Namun, ini bukan argumen untuk menyimpan telur tanpa memperhatikan keamanan pangan. Telur tetap perlu disimpan dengan betul dan dimasak secara menyeluruh.

Jangan paksa kulit nan tetap menempel

Saat menemukan bagian kulit nan terasa sangat kuat menempel, hindari menariknya dengan aktivitas cepat. Cara tersebut justru bisa membawa lapisan putih telur.

Kondisi saat mengupas Kemungkinan nan terjadi Langkah nan bisa dicoba
Putih telur ikut terangkat berbareng kulit Membran tetap melekat Lepaskan membran perlahan, jangan tarik cangkang
Kulit susah dipecahkan Retakan hanya ada di satu bagian Ketuk dan retakkan seluruh permukaan secara perlahan
Kulit terlepas dalam serpihan kecil Retakan belum cukup merata Gulung telur perlahan agar retakan menyebar
Telur terasa sangat susah dikupas sejak awal Telur mungkin sangat segar Untuk kesempatan berikutnya, gunakan telur nan tidak terlalu baru
Kulit sudah retak tetapi tetap susah dilepas Membran tetap menempel Mulai dari bagian nan mempunyai celah dan kupas perlahan
Putih telur sudah mulai robek Tarikan terlalu kuat Hentikan tarikan dan cari kembali pemisah membran

Tabel tersebut bisa dijadikan pedoman saat proses pengupasan mulai bermasalah. Perhatikan dulu bagian mana nan susah dilepas, kemudian sesuaikan langkah membukanya.

Bagan sederhana agar kulit telur tidak ikut membawa putihnya

TELUR SUDAH DIREBUS

↓

SEGERA DINGINKAN
DENGAN AIR DINGIN

↓

KETUK SELURUH PERMUKAAN

↓

RETAKAN SUDAH MENYEBAR?

Mulai dari ujung
yang lebih besar

↓

Kulit mudah terlepas?

Basahi/kupas
di bawah air

PUTIH TELUR
TETAP UTUH

Urutannya sederhana: dinginkan telur, buat retakan merata, cari membran, lampau lepaskan kulit perlahan. Jika bagian tertentu tetap menempel, tidak perlu memaksa menariknya.

Putih telur tetap bisa sedikit terkelupas

Tidak ada langkah nan menjamin setiap telur bakal selalu terkelupas sempurna. Kondisi telur, membran, dan proses memasaknya dapat membikin hasil pengupasan berbeda.

Yang penting, hindari menarik kulit secara paksa ketika permukaan putih telur mulai ikut terangkat. Beri perhatian pada membran dan lepaskan cangkang sedikit demi sedikit.

Setelah dikupas, telur matang juga perlu segera disimpan dengan benar. USDA FSIS menyebut telur nan sudah dimasak keras dapat disimpan di lemari es hingga tujuh hari, dengan catatan telur didinginkan dan disimpan dengan benar.

FAQ

1. Kenapa telur nan sangat segar lebih susah dikupas?

USDA FSIS menyebut telur nan sangat segar condong lebih susah dikupas setelah dimasak. Untuk hard-cooking, telur nan sudah beberapa minggu disimpan di lemari pendingin dapat lebih mudah dikupas.

2. Apakah telur rebus perlu direndam air dingin setelah matang?

Telur nan sudah dimasak dapat segera dialiri air dingin untuk membantu mendinginkannya sebelum dikupas. Cara ini juga tercantum dalam pedoman USDA FSIS untuk hard-cooked eggs.

3. Apakah telur rebus nan sudah dikupas boleh disimpan?

Boleh. USDA FSIS menyebut telur nan sudah dimasak dapat disimpan di lemari es hingga tujuh hari, baik tetap bercangkang maupun sudah dikupas, dengan penanganan dan pendinginan nan benar.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net
↑