Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla Suasana di tengah kabut asap akibat karhutla di Pekanbaru.(Dok. MI)

KUALITAS di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk secara drastis. Meski sempat membaik setelah diguyur hujan deras pada Jumat (18/9) malam, kualitas udara Pekanbaru kembali ambruk ke kategori rawan pada Minggu (20/9) malam akibat kabut asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Berdasarkan info resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs www.BMKG.go.id, tingkat polusi udara partikulat matter (PM2.5) di Kota Pekanbaru pada pukul 19.00 WIB berada di posisi 253 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam area hitam alias kategori Berbahaya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi penduduk setempat. “Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali berbahaya. Kami meminta tolong negara. Tolong selamatkan kami di wilayah asap ini,” ujar Anto, salah seorang penduduk Pekanbaru, Minggu (20/9).

Titik Panas Sumatra Masih Tinggi

Hingga saat ini, kabut asap karhutla tetap menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Padahal, upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif melalui jalur darat maupun udara dengan water bombing, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Di wilayah Riau sendiri, jumlah titik panas (hotspot) sebenarnya telah menurun drastis.

Namun, berasas pantauan satelit, jumlah titik panas di Pulau Sumatra secara keseluruhan tetap sangat tinggi. Tercatat ada 1.685 titik panas nan terdeteksi di seluruh Sumatra, dengan konsentrasi terbanyak berada di Sumatra Selatan.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, merincikan sebaran titik panas di Sumatra sebagai berikut:

  • Sumatra Selatan: 1.204 titik
  • Bangka Belitung: 219 titik
  • Jambi: 175 titik
  • Lampung: 76 titik
  • Riau & Bengkulu: Masing-masing 3 titik
  • Kepulauan Riau: 2 titik
  • Aceh, Sumbar, & Sumut: Masing-masing 1 titik

Khusus untuk wilayah Riau, tiga titik panas nan terdeteksi tersebar di tiga wilayah, ialah Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dengan masing-masing satu titik panas.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker standar N95 guna meminimalisir akibat jelek partikulat PM2.5 terhadap kesehatan pernapasan. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia