, JAKARTA, – Kantor Staf Presiden (KSP) mempercepat koordinasi pembangunan akomodasi Mother Station CNG di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan daya nasional sekaligus mendorong pembuatan lapangan kerja baru.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan koordinasi mengenai proyek nan merupakan Program Strategis Nasional (PSN) ini. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak sepakat untuk segera merealisasikan proyek demi kepentingan bangsa dan negara.
"Saya dengan jejeran menyelesaikan koordinasi untuk pembangunan Mother Station CNG nan rencana bakal dibangun di Tanjung Enim. Memang ada beberapa permasalahan, namun lantaran semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional nan kudu kita kembangkan," kata Dudung dalam siaran pers KSP, dikutip Sabtu.
Dalam koordinasi nan digelar pada Jumat (3/7), Dudung mengakui tetap terdapat sejumlah aspek manajemen nan perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Meski demikian, dia memastikan bahwa proses manajemen dan penyelenggaraan pekerjaan bentuk bakal dijalankan secara paralel agar sasaran penyelesaian pada tahun ini dapat tercapai.
"Di dalam penyelesaian manajemen itu sendiri, lantaran ini kudu segera, sasaran sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini bakal segera dikerjakan," tegasnya.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
KSP menjelaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengawal penyelenggaraan program prioritas Presiden. Langkah ini ditempuh untuk membantu mengatasi beragam halangan penerapan di lapangan sehingga PSN dapat melangkah tepat waktu dan memberikan faedah maksimal bagi masyarakat.
Dudung menekankan bahwa selain memperkuat ketahanan energi, proyek ini diharapkan memberikan akibat ekonomi secara langsung. "Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan daya nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, Sumatera Selatan dipilih sebagai letak pembangunan lantaran mempunyai potensi sumber daya daya nan melimpah, baik gas bumi maupun batu bara. Wilayah ini dinilai sangat strategis untuk mendukung pengembangan sektor daya nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT PGN Arief K. Risdianto menyatakan support KSP sangat krusial dalam mengawal optimasi gas domestik, khususnya pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim dan prasarana penyaluran di Pagardewa. Ia menegaskan kesiapan PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk menjadi penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan daya nasional.
"Dengan prasarana dan pengalaman nan dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan daya nasional," kata Arief.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·