Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkapkan kondisi penduduk negara Indondesia (WNI) nan ditangkap otoritas Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Menurut dia, sebanyak 4 WNI dalam kondisi rawan di atas kapal.
Berdasarkan info Kementerian Luar Negeri, dari 9 WNI personil Global Peace Convoy Indonesia alias GPCI nan tergabung dalam misi tersebut, 5 WNI dilaporkan ditangkap. Sementara, 4 WNI lainnya tetap berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus alias Mediterania Timur.
"Situasi di lapangan tetap sangat dinamis. Empat WNI nan tetap berlayar juga berada dalam kondisi rawan. Karena itu, pemerintah terus melakukan langkah perlindungan," kata Dudung dikutip dari siaran persnya, Rabu (20/5/2026).
Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel nan mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla alias GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Dudung telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan langkah perlindungan terhadap WNI nan terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
"Tadi saya ditanya rekan-rekan wartawan tentang adanya penduduk Indonesia nan ditahan oleh tentara Israel. Memang betul, saya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri mengenai masalah ini," ujarnya.
Dudung menjelaskan Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi awal dengan sejumlah perwakilan RI, ialah KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul.
Koordinasi tersebut mencakup langkah antisipatif, termasuk publikasi Surat Perjalanan Laksana Paspor alias SPLP andaikan paspor WNI disita, serta support medis andaikan diperlukan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·