Provinsi Bali juga telah ditetapkan sebagai salah satu letak pilot project teknologi pirolisis berbareng beberapa kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang, nan pelaksanaannya bakal didukung oleh TNI AD berbareng tim t(MI/Arnold)
KEPALA Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan pertemuan strategis dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini bermaksud memperkuat koordinasi mengenai percepatan pembangunan Pembangkit Energi Listrik dari Sampah (PSEL) di area TPA Suwung.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Maruli didampingi oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto beserta jejeran Pejabat Utama TNI AD dan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI. Fokus utama pembahasan adalah mencari solusi konkret atas persoalan sampah nan menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan bahwa proyek PSEL saat ini tengah dalam masa pembangunan dengan perkiraan waktu 18 bulan dan ditargetkan beraksi penuh pada Desember 2027. Koster menekankan pentingnya prinsip transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proyek ini.
Poin Utama Arahan Gubernur Bali:
- Pembangunan PSEL kudu akuntabel dan melibatkan aspirasi masyarakat sekitar.
- Penguatan pengelolaan sampah mulai dari hulu (rumah tangga) sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019.
- PSEL sebagai solusi jangka panjang ketahanan daya dan kelestarian ekosistem Bali.
TNI AD Tawarkan Teknologi Pirolisis
Menanggapi tantangan tersebut, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menawarkan support teknologi pirolisis nan dinilai lebih efektif dan efisien. Teknologi ini diklaim mempunyai sejumlah kelebihan kompetitif dibandingkan metode konvensional.
“TNI AD siap mendukung melalui metode pirolisis nan ramah lingkungan tanpa emisi terbuka. Keunggulannya adalah tidak memerlukan investasi alias subsidi dari pemerintah, prosesnya cepat, dan ditargetkan bisa mulai beraksi lebih awal pada April 2027,” ujar Jenderal Maruli.
Untuk mengimplementasikan program ini, KASAD merinci beberapa kebutuhan teknis, di antaranya:
| Lahan | Sekitar 5 Hektare |
| Kapasitas Pengolahan | 100 Ton Sampah per Hari |
| Output Energi | Solar (BBM Terbarukan) |
| Masa Kerja Sama | Berkelanjutan selama 30 Tahun |
Pilot Project Nasional
Staf Kemenko Bidang Pangan RI, Ibu Neni, menambahkan bahwa Bali telah ditetapkan sebagai salah satu letak pilot project teknologi pirolisis nasional berbareng kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan bisa mengurangi beban TPA Suwung secara signifikan.
Selain teknologi PSEL, pemerintah tetap mendorong pemilahan sampah berbasis sumber. Sampah organik diarahkan untuk pengolahan kompos, pupuk cair, hingga budidaya maggot (BSF), sementara sampah plastik berbobot ekonomi masuk ke rantai daur ulang.
Langkah strategis antara TNI AD dan Pemprov Bali ini diharapkan menjadi momentum transformasi pengelolaan sampah modern nan berkelanjutan, sekaligus menjaga reputasi Bali sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata nan bersih di mata internasional. (OL/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·