Ilustrasi(Magnific.com)
Kasus kematian akibat virus rabies kembali dilaporkan terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, seorang pegawai kecamatan mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis akibat jangkitan virus nan ditularkan melalui gigitan anjing. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban rabies di wilayah NTT pada tahun 2026.
Kematian korban menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai ancaman laten rabies nan sering kali disepelekan pada tahap awal gigitan. Berikut adalah kronologi komplit kejadian tersebut berasas keterangan pihak medis dan otoritas setempat.
Kronologi Gigitan dan Masa Inkubasi
Peristiwa tragis ini bermulai sekitar delapan minggu sebelum korban dinyatakan meninggal dunia. Saat itu, korban dilaporkan terkena gigitan anjing piaraan di area tangan. Namun, lantaran luka nan ditimbulkan relatif mini dan tidak mengalami perdarahan hebat, korban diduga tidak segera melakukan prosedur pembersihan luka standar maupun mencari support medis ke Puskesmas terdekat.
Selama masa inkubasi, korban beraktivitas seperti biasa tanpa menunjukkan indikasi aneh. Hal inilah nan sering kali mengecoh korban gigitan hewan penular rabies (HPR), di mana virus bekerja secara diam-diam menuju sistem saraf pusat tanpa menimbulkan rasa sakit nan luar biasa di awal.
Gejala Hidrofobia Sebelum Meninggal Dunia
Kondisi kesehatan korban mulai menurun drastis beberapa hari sebelum meninggal. Gejala nan muncul sangat identik dengan jangkitan rabies tahap lanjut, di antaranya:
- Demam tinggi nan tidak kunjung turun.
- Rasa resah dan halusinasi.
- Hidrofobia: Ketakutan luar biasa saat memandang alias mencoba meminum air.
- Aerofobia: Reaksi tubuh nan tegang alias tidak nyaman saat terkena hembusan angin alias udara dingin.
Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit setempat. Namun, lantaran virus telah mencapai otak, upaya medis nan dilakukan tidak bisa menyelamatkan nyawa korban.
TINDAKAN DARURAT GIGITAN ANJING:
- Cuci luka segera dengan sabun di bawah air mengalir selama minimal 15 menit.
- Beri antiseptik (alkohol alias povidone-iodine) pada luka.
- Segera ke Puskesmas alias Rabies Center untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) alias Serum Anti Rabies (SAR).
Status Rabies di Kupang Tahun 2026
Dinas Kesehatan Kota Kupang terus berupaya menekan nomor kematian akibat rabies dengan mempercepat pengedaran vaksin dan melakukan vaksinasi massal pada hewan penular rabies (HPR). Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gigitan sekecil apa pun, terutama jika anjing nan menggigit menunjukkan perubahan perilaku seperti menjadi agresif, mengeluarkan liur berlebih, alias meninggal secara mendadak.
Pemerintah setempat juga meminta para pemilik hewan piaraan untuk bertanggung jawab dengan memberikan vaksin rabies secara rutin setiap tahun guna memutus rantai penularan di lingkungan pemukiman.
FAQ: Pertanyaan Terkait Rabies
Apakah rabies bisa sembuh jika sudah muncul indikasi takut air?
Secara medis, jika indikasi klinis seperti hidrofobia sudah muncul, tingkat kematian mencapai nyaris 100 persen. Itulah kenapa penanganan kudu dilakukan segera setelah gigitan, sebelum indikasi muncul.
Berapa lama masa inkubasi rabies pada manusia?
Masa inkubasi bervariasi, biasanya 2 hingga 8 minggu, namun bisa lebih lama tergantung pada letak gigitan. Semakin dekat letak gigitan dengan otak (seperti di wajah alias leher), semakin sigap indikasi muncul.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·