Seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur, Mandala Rizky Saputra (16 tahun), meninggal bumi pada Jumat (24/4).
Mandala disebut meninggal usai sakit dan bengkak pada kakinya lantaran mengenakan sepatu sekolah nan kekecilan.
SMK Negeri 4 Samarinda, tempat Mandala sekolah menyampaikan duka cita. Dalam rilis resminya di media sosial Instagram, pihak sekolah membeberkan kronologi kejadian.
"Sejak kelas X (sepuluh) Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas saat itu. Bantuan berupa seragam bidang dan perlengkapan sekolah sudah diberikan, Selain itu support sembako sering juga diberikan, apalagi jika ada hambatan dengan duit sewa kontrakan pun dimintai bantuan," tulis SMK. Negeri 4 Samarinda.
Bulan Ramadan 2026
Pada Ramadan, SMK Negeri 4 Samarinda bekerja sama dengan mitra industri menyelenggarakan Praktik Kerja Pra PKL bagi bidang Pemasaran.
Mandala disebut antusias mengikuti pembekalan pada Minggu 8 Februari dan saat penyelenggaraan pada 9 Februari sampai 20 Maret.
14 Maret 2026
Sekolah menyalurkan amal sebesar Rp 200.000 kepada Mandala. Zakat diambil oleh perwakilan kakak Mandala.
"Pembagian amal merupakan program rutin tahunan sekolah sebagai corak kepedulian kepada siswa nan membutuhkan," jelasnya.
30 Maret-1 April 2026
Pada 30-31 Maret, Mandala tetap ikut pembelajaran di sekolah.
Pada 1 April 2026, Mandala tetap datang di sekolah tapi wajahnya pucat.
"Guru PKn langsung menyarankannya untuk beristirahat di rumah lantaran kondisi fisiknya sudah tak memungkinkan," jelasnya.
2-8 April 2026
Pada 2 April tepatnya hari Kami Mandala izin sakit tidak mengikuti pembelajaran.
Pada Jumat 3 April, bertepatan libur nasional Wafatnya Yesus Kristus sesuai SKB 3 menteri.
Sementara Senin sampai Rabu alias 6-8 April dilakukan pembelajaran diberlakukan daring untuk siswa kelas X dan XI lantaran ada penyelenggaraan USK untuk program Keahlian Pemasaran, Desain Komunikasi Visual dan Perhotelan.
9 April 2026
Mandala izin sakit tidak dapat mengikuti pembelajaran, disampaikan melalui WA ke wali kelas.
10 April 2026
Hari itu, ibu Mandala datang meminta support duit Rp 1.100.000 untuk biaya pengobatan non-medis alias pegobatan 'dimandikan' di Tenggarong.
"Sekolah segera memberikannya dari kas masjid sekolah. Pihak sekolah juga menyarankan agar Mandala diperiksakan ke jasa kesehatan agar diketahui penyakitnya secara medis. Beberapa hari kemudian Ibunya Mandala datang meminta support lagi dengan argumen nan sama," tulisnya.
13-15 April 2026
Dilaksanakan USK program skill MPLB alias Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis pada tanggal 13-14 April 2026 dan konsentrasi skill Akuntansi pada hari Rabu 15 April 2026. Pada tiga hari itu, pembelajaran untuk kelas X dan XI dilakukan secara daring asinkronus.
16-17 April 2026
Mandala kembali izin sakit tidak mengikuti pembelajaran di sekolah. Surat izin dikirim melalui WA kepada wali kelas.
20 April 2026
Mandala mengirim foto kakinya mulai bengkak ke wali kelas.
"la kembali meminta support biaya dan mencantumkan nomor rekening," tulisnya.
21 April 2026
Wali kelas, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan nan merupakan wali kelas Mandala di kelas X dahulu, dan dua kawan sekelas berjamu ke rumah Mandala.
"Dari kunjungan tersebut ditemukan: Mandala terlihat lemah, bunyi mini dan pelan, jalannya lambat, serta tangannya gemetar," tulisnya.
"Keluarga punya BPJS, tapi tidak aktif lantaran tunggakan. Sekolah membantu mengurus pengaktifan namun terkendala manajemen kependudukan," tulisnya.
22 April 2026
Mandala mengabarkan kaki bengkaknya mulai kempes. Semua lega, mengira kondisi kesehatan mulai membaik.
23 April 2026
Wali kelas dan teman-teman mengunjungi Mandala dengan membawa support duit tunai sekitar Rp 650.000, roti, dan susu.
Saat kunjungan ini, Ibu Mandala menyampaikan sepatu anaknya sudah tak muat dipakai. Mandala pernah mengeluh kepada ibunya, tapi ibunya mengakui dia melarang Mandala bercerita ke sekolah alias teman-teman.
"Jangan sampai orang tahu kita kesusahan," pesan ibunya saat itu.
Mendengar ini, wali kelas dan teman-teman berkoordinasi membelikan sepatu baru.
Wali kelas dan teman-teman Mandala juga berencana membawa Mandala ke puskesmas untuk diinfus pada hari Jumat sembari menunggu pengaktifan BPJS.
Jumat, 24 April 2026
Rencana support belum terlaksana, berita duka datang. Jumat awal hari kakak Mandala mengabarkan melalui WA kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia. Saat itu kakak Mandala juga menyampaikan tidak ada biaya untuk pemulasaraan jenazah.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·