Krisis Imigran Ceuta Memanas: Uni Eropa Serukan Aksi Bersama Amankan Perbatasan

Sedang Trending 55 menit yang lalu
 Uni Eropa Serukan Aksi Bersama Amankan Perbatasan Gelombang puluhan ribu imigran di Ceuta picu ketegangan personil Uni Eropa. Ursula von der Leyen sorong penguatan perbatasan dan tindakan bersama.(AFP)

PRESIDEN Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyerukan "aksi bersama" mengenai keamanan perbatasan menyusul gelombang kehadiran puluhan ribu imigran dari Maroko ke wilayah eksklave Spanyol, Ceuta, pekan lalu.

Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 69.500 imigran sekarang telah dikembalikan ke Maroko, melampaui perkiraan awal sebanyak 50.000 orang. Jumlah korban tewas resmi di sisi perbatasan Spanyol tercatat 72 orang, sementara 11 orang tewas di sisi Maroko. Menanggapi situasi ini, menteri dalam negeri negara-negara Uni Eropa (UE) menggelar pembicaraan darurat melalui konvensi video.

Peristiwa di Ceuta telah merenggangkan hubungan di antara beberapa dari 27 negara personil UE. Dalam suratnya kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Von der Leyen memuji "penanganan cepat" nan dilakukan Sánchez dalam mengatasi krisis tersebut.

"Dari kejadian ini, jelas kita kudu melakukan lebih banyak untuk memperkuat perbatasan kita di titik-titik kritis," tambah Von der Leyen.

Sebagai tanggapan atas penyeberangan massal di Ceuta, Italia menangguhkan sementara pengaturan Schengen dengan Spanyol. Perjanjian Schengen menghapuskan pemeriksaan perbatasan dan mencakup lebih dari 450 juta orang di 29 negara Eropa. Langkah Italia didukung oleh Finlandia dan Denmark, sementara Perdana Menteri Ceko Andrej Babiš apalagi mendesak penangguhan sementara keanggotaan Schengen Spanyol.

Sánchez menyatakan bahwa dia mempunyai "kekhawatiran serius" terhadap sikap beberapa pemerintah negara Eropa. Ia menegaskan bahwa Ceuta bukan bagian dari wilayah Schengen. Meski sebagian besar memberikan "dukungan dan solidaritas", Sánchez menyebut pemerintah Eropa lainnya justru memilih menyerang Spanyol.

"Didorong oleh prasangka, buletin bohong, ketidaktahuan, alias kepentingan politik," tegas Sánchez.

Dalam suratnya, Von der Leyen mengingatkan bahwa "perlindungan seluruh perbatasan luar kita adalah tanggung jawab berbareng Eropa". Ia menyerukan "pemantauan ketat dan penggunaan penghalang bentuk jika diperlukan". Von der Leyen menyebut konvensi video para menteri menjadi kesempatan untuk memetik "pelajaran" dari kejadian Ceuta, mengingat tantangan imigrasi terlarangan memerlukan "respon berbareng Eropa, tindakan bersatu, dan solidaritas".

Ia mendesak UE untuk "melipatgandakan upaya" pada lima area utama: mencegah migrasi tidak resmi melalui kerja sama dengan negara mitra, memperkuat perbatasan luar, menerapkan sistem peringatan dini, membongkar jaringan penyelundupan, dan memperkuat proses pengembalian imigran.

Sánchez menuding para penyelundup imigran telah memanfaatkan keputusan Mahkamah Agung Spanyol baru-baru ini nan membatasi kewenangan pemerintah untuk segera melepaskan deportasi terhadap orang-orang nan tiba melalui jalur laut. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, menyatakan situasi di lapangan sekarang nyaris kembali normal. Pihaknya juga sedang menyiapkan penghalang terapung untuk mencegah migrasi terlarangan lewat jalur perairan. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia