Kredit Program Perumahan Tembus Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Dorong UMKM Naik Kelas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2026 |16:01 WIB

Kredit Program Perumahan Tembus Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Dorong UMKM Naik Kelas

Program Perumahan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) oleh BTN secara kumulatif telah mencapai Rp7,4 triliun sejak program tersebut diluncurkan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai program ini dapat menjadi instrumen untuk mendorong pelaku UMKM di ekosistem perumahan naik kelas.

Dari total tersebut, pembiayaan terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2 triliun KPP Demand. Kedua skema tersebut menyasar sisi penyediaan rumah sekaligus masyarakat produktif nan memerlukan pembiayaan untuk mendukung aktivitas usaha.

Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa mengatakan, KPP mempunyai peran strategis lantaran pembiayaan menjangkau dua sisi sekaligus, ialah pelaku upaya dalam penyediaan rumah serta masyarakat produktif nan memerlukan support pembiayaan perumahan.

“Melalui KPP Supply dan KPP Demand, BTN berupaya memperluas akses pembiayaan di seluruh ekosistem perumahan. Kami mau program ini tidak hanya mendorong penyediaan hunian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pelaku upaya dan pada akhirnya menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Helmy dalam aktivitas Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jakarta, Jumat (11/9).

Pada sisi supply, KPP dapat dimanfaatkan antara lain oleh developer, kontraktor, dan pedagang bahan gedung dengan plafon angsuran hingga Rp5 miliar. Sementara itu, KPP Demand memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah guna mendukung aktivitas usaha.

Helmy mengatakan potensi pertumbuhan KPP tetap terbuka lebar. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BTN mencatat 353 peminatan dengan total plafon Rp424,944 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas 57 peminatan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP Demand senilai Rp135,974 miliar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑