KPU Minta Anggaran Tambahan Rp 78,3 M di 2027: Untuk Tahapan Pemilu 2029

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Ilustrasi KPU. Foto: Shutterstock

KPU meminta tambahan pagu anggaran 2027 sebesar Rp 78,3 miliar. Tambahan itu ditujukan untuk membiayai aktivitas rutin serta sejumlah persiapan tahapan Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Sekjen KPU Suryadi dalam rapat kerja berbareng Komisi II DPR, di gedung DPR, Senin (31/8). KPU mendapatkan alokasi pagu anggaran 2027 sebesar Rp 4,68 triliun.

"Bila dibagi berasas program utama di KPU, ialah program support manajemen dan program penyelenggaraan pemilu, maka alokasi pada program support manajemen adalah sebesar Rp 3.253.034.613.000,00 alias 69,48%. Sedangkan program penyelenggaraan pemilu sebesar Rp1.429.140.000,00 alias 30,52%," ujar Suryadi.

Suryadi mengatakan, Rp 1,43 triliun tersebut unik untuk tahapan Pemilu 2029 pada 2027. Anggaran itu digunakan untuk perencanaan program dan anggaran, serta penyusunan peraturan penyelenggaraan penyelenggaraan pemilu sebesar Rp 339,96 miliar alias 23,8%.

Lalu, untuk pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu sebesar Rp 464,37 miliar alias 32,5%. Sementara untuk pembentukan badan ad hoc, pagu anggaran sebesar Rp 187,5 miliar alias 13,1%.

Kemudian, untuk pemutakhiran info pemilih dan penyusunan daftar pemilih sebesar Rp 239,38 miliar alias 16,8%. Selanjutnya, untuk aktivitas penetapan jumlah bangku dan penetapan wilayah pemilihan sebesar Rp 164,77 miliar alias 11,5%.

Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) melangkah di dekat bendera partai politik peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Senin (1/5/2023). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Selanjutnya, untuk pencalonan presiden, wakil presiden, serta pencalonan personil DPR, DPD, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota dengan pagu alokasi anggaran sebesar Rp 33.2 miliar alias 2,3%.

​"Alokasi pada shopping anggaran non-operasional ini adalah alokasi anggaran tahapan Pemilu 2029 nan dialokasikan pada tahun anggaran 2027," ujar Suryadi.

"Bahwa aktivitas pada program penyelenggaraan pemilu seluruhnya adalah untuk aktivitas tahapan Pemilu 2029 di tahun 2027. Sedangkan aktivitas rutin non-tahapan belum ada alokasi anggarannya," sambungnya.

Sementara itu, Suryadi menyebut anggaran Rp 3,25 triliun dialokasikan untuk support manajemen, antara lain shopping pegawai, tunjangan kinerja, duit kehormatan Ketua dan Anggota KPU, serta operasional perkantoran di seluruh satuan kerja KPU.

KPU pun mengusulkan tambahan anggaran Rp 78,3 miliar. Nantinya, kata dia, anggaran itu bakal dipakai untuk tahapan Pemilu 2029 dan aktivitas rutin.

"Sebagaimana saya sampaikan tadi bahwa untuk anggaran penyelenggaraan Pemilu seluruhnya adalah dialokasikan untuk anggaran tahapan Pemilu 2029 di tahun 2027. Sedangkan untuk aktivitas nan sifatnya rutin itu sama sekali belum dialokasikan anggarannya," jelasnya.

"Sehingga pada kesempatan ini kami mengusulkan untuk ada tambahan anggaran KPU di tahun 2027 untuk anggaran program penyelenggaraan Pemilu dan juga di program support manajemen sebesar Rp 78,3 miliar dengan rincian aktivitas ialah untuk 67 aktivitas di program support manajemen dan 5 aktivitas di program penyelenggaraan Pemilu untuk persiapan penyelenggaraan aktivitas tahapan Pemilu di 2027," sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan