KPK Ajak Keluarga Cegah Korupsi di Sulawesi Selatan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KPK tekankan peran family dalam pencegahan korupsi di Sulsel.

, MAKASSAR, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan pentingnya peran family sebagai tembok pertama dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan birokrasi, khususnya di Sulawesi Selatan. Hal ini disampaikan oleh Wawan Wardiana, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, dalam pengarahan teknis family berintegritas di Makassar pada hari Selasa.

Wawan Wardiana menjelaskan bahwa family diharapkan dapat menjadi pengingat agar pejabat tetap menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya. Namun, dia juga menyoroti bahwa dalam beberapa kasus, family justru bisa menjadi pendorong terjadinya korupsi. Oleh lantaran itu, upaya pencegahan perlu menyasar lingkungan family sebagai pihak terdekat pejabat.

Dalam aktivitas tersebut, KPK melibatkan pasangan kepala organisasi perangkat wilayah (OPD) di Sulawesi Selatan untuk memperkuat komitmen integritas. Peserta diminta menyusun rencana tindakan berbareng pasangan, termasuk membangun komitmen menjaga integritas dalam keluarga. Salah satu langkah nan didorong adalah membikin deklarasi terbuka, termasuk melalui media sosial, agar masyarakat dapat turut mengawasi.

KPK juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai gratifikasi, ialah pemberian dalam corak apa pun kepada pejabat publik nan berangkaian dengan tugas dan kewenangannya. Pejabat diimbau menolak segala corak pemberian nan berpotensi menimbulkan bentrok kepentingan, termasuk nan berasal dari family andaikan berangkaian dengan jabatan. Jika tidak dapat menolak, penerimaan tersebut wajib dilaporkan melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) alias langsung ke KPK.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi aktivitas tersebut lantaran dinilai memberikan pemahaman nan lebih jelas mengenai batas gratifikasi nan selama ini tetap dianggap abu-abu. Ia menyatakan bahwa aktivitas ini krusial lantaran memberikan edukasi nan mendalam, baik dari sisi izin maupun praktik, kepada pejabat dan keluarganya.

Ke depan, hasil pengarahan teknis tersebut bakal ditindaklanjuti melalui beragam program, seperti kampanye family antikorupsi, penyusunan semboyan integritas, serta penguatan edukasi kepada masyarakat. Melalui pendekatan berbasis keluarga, diharapkan upaya pencegahan korupsi dapat melangkah lebih efektif dan membentuk budaya integritas nan berkelanjutan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional