Moms, sekolah adalah kewenangan seluruh anak tapi jika di tempat nan semestinya kondusif dan berpendidikan, sekarang ramai rumor pelecehan seksual yang mengintai beberapa sekolah khususnya nan berbasis asrama.
Seperti kejadian nan baru-baru ini terungkap. Puluhan anak dilecehkan oleh ustad di pondok pesantren Dholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Kasus ini sudah melangkah sejak tahun 2024 namun bergerak lambat, memandang perihal tersebut Komisi Perlundungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak untuk seluruh lembaga sekolah mempunyai standar perlindungan anak.
Kenapa Kekerasan Seksual Sering Terjadi di Lingkungan Asrama?
Menurut Pengampu klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Ai Rahmayanti, S.Sos.I., M.Ag kekerasan bisa terjadi di lingkungan berbasis pondok lantaran beberapa hal.
“Risiko kekerasan seksual ada di semua lembaga berasrama, baik umum maupun berbasis agama.
Faktor risikonya adalah pengasuhan 24 jam, relasi kuasa dan lingkungan tertutup,” jelas Ai Raayanti pada kumparanMOM, Rabu (6/5).
Karena tertutup, anak jadi takut melapor nan berkapak pada akses support terbatas. Sehingga kasus jadi sering terabaikan.
“Dalam pendekatan child safeguarding, ini disebut akibat closed setting vulnerability. Namun untuk solusinya, korban bisa melakukan sistem pengaduan nan kondusif dengan langkah anonim, pengaduan lewat akses pihak eksternal seperti orang tua alias lembaga pengawas serta adanya transparansi penanganan kasus,” tambah Ai.
Untuk itu, nan dibutuhkan setiap sekolah adalah sistem child safeguarding nan kuat, bukan sekadar kepercayaan alias reputasi lembaga.
Hal ini juga dipertegas pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren nan menekankan penjaminan mutu serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak nan mewajibkan perlindungan anak dari segala corak kekerasan.
“KPAI mendorong seluruh lembaga pendidikan berasrama untuk segera mempunyai dan menerapkan standar perlindungan anak, termasuk pengasuhan tanpa kekerasan, sistem pengaduan, serta pengawasan nan akuntabel,” ujarnya.
Sudah semestinya sekolah menjadi tempat kondusif untuk belajar bukan berbalik menjadi neraka dunia, Moms.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·