Kapal selam pembawa senjata torpedo.(United State Navy)
KOREA Utara menguji sistem torpedo berpemandu presisi jenis baru berbasis kepintaran buatan (AI) untuk mendeteksi dan mengarahkan serangan ke sasaran. Pengujian ini berjalan di tengah peningkatan uji coba persenjataan Pyongyang.
Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan pada Sabtu (17/10), pengetesan torpedo Zam-2.0 berkecepatan tinggi itu dilakukan pada Kamis (15/10) untuk memastikan keberhasilan pembaruan teknis senjata tersebut.
“Teknologi AI diterapkan pada kegunaan penemuan sasaran dan pemanduan torpedo berpemandu presisi jenis baru berkecepatan tinggi,” lapor KCNA seperti dikutip dari AFP.
Profesor Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, mengatakan AI berpotensi membantu torpedo membedakan sasaran original dari umpan pengalih.
“Korea Selatan dan Amerika Serikat mengerahkan sasaran umpan untuk mengalihkan torpedo, tetapi AI berpotensi membantu membedakan sasaran sebenarnya dari umpan,” kata Lim kepada AFP.
Pengujian ini menyusul uji coba rudal hipersonik berbantuan AI oleh Korea Utara awal bulan ini. Korea Selatan juga menguji senjata hipersoniknya sendiri, memicu saling klaim mengenai keahlian kedua negara.
Mantan Presiden Universitas Studi Korea Utara, nan Moo-jin, menilai Pyongyang tetap memerlukan waktu untuk menyempurnakan sistem torpedonya, terutama dalam mengurangi kebisingan saat bergerak di bawah air.
“Mengurangi kebisingan itu merupakan tantangan teknis besar nan memerlukan teknologi canggih, dan Korea Utara tampaknya belum mencapai tingkat tersebut,” kata Yang. (Ndf/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·