Korban Hanania Travel Jadi 1.286 Orang, Kerugian Tembus Rp 35 Miliar

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban penipuan biro perjalanan umrah dan haji Hanania Travel terus bertambah. Kini, jumlah korban mencapai 1.286 orang dengan total kerugian sebesar Rp 35.342.293.500.

Hal itu terungkap saat kuasa norma korban penipuan, Joddy Mulyasetya Putra, mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (17/6), untuk menyerahkan arsip laporan gelombang ketiga.

Joddy mengungkapkan, dalam pelaporan gelombang ketiga terdapat tambahan 620 korban (pax) nan menjadi korban penipuan.

"Gelombang ketiga hari ini kita sudah merekap info korban nan dilaporkan ke Polda Metro Jaya, kurang lebih sekitar 620 pax. Nominal kerugian untuk gelombang ketiga ini saja mencapai Rp16.768.745.500. Ini merupakan tambahan dari info sebelumnya nan berjumlah 568 jemaah," katanya.

Joddy menegaskan, pengusutan kasus dugaan penipuan ini sekarang berkembang ke modus baru. Pihak kuasa norma menemukan bahwa korban Hanania Travel tidak hanya calon jemaah umrah, tetapi juga calon jemaah haji unik alias ONH Plus.

"Kami perlu menyampaikan bahwa korbannya tidak hanya jemaah umrah, tetapi juga ada korban haji. Hingga hari ini kami sudah memegang arsip dari empat korban haji. Mereka sudah menabung dan menyerahkan duit muka (DP) kepada pihak Hanania, namun biaya tersebut belum disetorkan oleh pemasok perjalanan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)," jelasnya.

Selain menjanjikan slot haji, Hanania Travel juga menggunakan strategi pemasaran dengan mengiming-imingi paket umrah cuma-cuma pada bulan Syawal bagi masyarakat nan bersedia langsung bayar DP haji.

"Pihak travel menjanjikan bahwa mereka nan mendaftar Haji Plus bakal mendapatkan akomodasi umrah cuma-cuma pada bulan Syawal. Uang sudah masuk, janji umrah tidak terealisasi, dan nomor porsi haji pun tidak diperoleh. Hal ini didasarkan pada arsip dan kesaksian nan dikirimkan langsung oleh para korban kepada kami," papar Joddy.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑