Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menghadiri peresmian operasional koperasi merah putih oleh Presiden Prabowo Subianto.(MI/Kristiadi)
PEMERINTAH terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) nan diluncurkan secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Di Kabupaten Tasikmalaya, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, menjadi salah satu titik peresmian perdana skala nasional. Program tersebut merupakan hasil keputusan rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 koperasi desa dan kelurahan rampung pada Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Saat ini, sebanyak 7.200 unit gedung koperasi di beragam wilayah dilaporkan telah selesai dibangun 100 persen, dengan 1.000 unit di antaranya masuk tahap peluncuran pertama.
Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim mengatakan koperasi nan dibangun di wilayah Tasikmalaya tidak hanya sekadar gedung fisik, tetapi dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Fasilitasnya sangat siap, mulai gedung utama, penyimpanan penyimpanan peralatan nan layak, gerai usaha, dan perlengkapan operasional,” kata Imvan Ibrahim, Minggu (17/5).
Menurut dia, koperasi tersebut dirancang agar dapat langsung melayani transaksi masyarakat sejak hari pertama beroperasi.
“Koperasi ini bisa langsung bertransaksi melayani penduduk sejak hari pertama dan kegunaan gedung dirancang multifungsi nantinya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.
BERGERAK CEPAT
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengatakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bergerak sigap dalam mendukung pembangunan KDKMP, termasuk menyiapkan lahan untuk pembangunan koperasi. Ia menyebut saat ini pemerintah wilayah telah menyiapkan 17 titik lahan dan 10 di antaranya sudah memasuki tahap pembangunan.
Menurut Asep, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian krusial dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa sekaligus mempermudah pengedaran kebutuhan pokok.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih milik masyarakat dan anggota, bukan milik pemerintah, menjadi solusi konkret memotong kerumitan jalur pengedaran peralatan pokok nan dibutuhkan warga,” kata Asep.
Ia menilai keberadaan koperasi tersebut juga dapat menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. “Sekaligus menjadi mesin pendongkrak ekonomi di akar rumput,” ujarnya.
Asep menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya saat ini mencapai 5,3 persen dan diharapkan terus meningkat seiring hadirnya program pemberdayaan ekonomi berbasis desa tersebut.
Pemerintah berambisi Koperasi Merah Putih bisa memperkuat ekonomi kerakyatan, memperpendek rantai pengedaran kebutuhan pokok, serta menciptakan pusat ekonomi baru di wilayah pedesaan. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·