Koperasi Merah Putih di Yogyakarta Layani 6.500 Seragam Batik ASN

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Koperasi Merah Putih di Yogyakarta Layani 6.500 Seragam Batik ASN Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengunjungi aktivitas koperasi merah putih.(Dok.Humas Pemkot Yogyakarta)

PULUHAN Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) telah beraksi di Kota Yogyakarta. Mereka beraktivitas menjalankan usaha-usahanya meskipun belum ada gerai nan dibangun, mulai dari memproduksi batik Yogya Segoro Amarto Reborn untuk seragam ASN Pemkot Yogyakarta sampai menyediakan kebutuhan bahan pokok.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan, meskipun belum ada gerai lantaran keterbatasan lahan nan memenuhi syarat untuk membangun infrastruktur, KKMP di Kota Yogyakarta sudah beraktivitas. Karya nyata KKMP adalah membikin batik Segoro Amarto.

"Jadi Koperasi Merah Putih sudah punya delapan unit (usaha) untuk pengecapan batik. Kemarin sudah sukses melayani sebanyak 6.500 PNS seragam batik Segoro Amarto, semua sudah dibikin oleh Koperasi Merah Putih," terang Hasto ditemui di sela mengikuti peresmian operasionalisasi KDKMP secara daring di Gunungketur, Sabtu (16/5).

Hasto menyampaikan, di Kota Yogyakarta setahun lampau belum banyak perajin batik cap untuk seragam  dalam jumlah besar. Namun, sekarang sudah ada di 8 KKMP nan memproduksi batik Segoro Amarto, salah satunya batik dengan metode cap. 

Sekarang ini Koperasi Merah Putih menyiapkan diri untuk produksi batik gelombang kedua untuk anak-anak sekolah nan jumlahnya 65.000. "Saya kira, kita mau mewujudkan keahlian Koperasi Merah Putih menghidupkan UMKM dan pengrajin batik di Kota Yogyakarta," papar dia.

Pemkot Yogyakarta sekarang juga menyiapkan lahan untuk membangun gerai KKMP. Kasultanan Ngayogyakarta memberikan palilah alias kewenangan penggunaan lahan sekitar 3.000 meter persegi di wilayah Umbulharjo. 

Rencananya, lahan seluas 1.000 meter persegi untuk prasarana KKMP nan 1.000 meter persegi untuk bioflok memelihara ikan lele nan dikelola KKMP. Kemudian nan 1.000 lagi untuk integrated farming program guna mengolah pupuk.

"Kita mau membikin pupuk dkemudian kelak pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, lantaran sampah jadi pupuk," lanjut Hasto.

AKTIVITAS KKMP
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto mengatakan, saat ini dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta nan sudah punya aktivitas KKMP ada 32 kelurahan. 

Usaha nan dikembangkan, antara lain ada batik, penyediaan bahan pokok dan jasa Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), termasuk berkolaborasi dengan hotel-hotel dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis. 

KKMP di Kota Yogyakarta selama ini memanfaatkan lahan-lahan milik pengurusnya. Dengan adanya koperasi ini, para pengrajin batik tidak melangkah sendiri, tetapi menjalankan upaya melalui koperasi, dari mengurus bahan bakunya sampai memasarkannya  "Kita memang mendorong KKMP punya aktivitas itu berasas potensi lokal," ujat dia.

Ketua KKMP Gunungketur Reza Murtaza menyampaikan, koperasinya sudah  memproduksi 650 lembar batik Segoro Amarto pesanan ASN Pemkot Yogyakarta. Kini produksi rutin batik sekitar 40 lembar setiap kali produksi untuk stok guna memenuhi permintaan nan belum mempunyai seragam Segoro Amarto, misalnya pesanan guru-guru TK sampai SMP.

Produksi batik, lanjut dia, lebih eksis lantaran ada petunjuk wali kota untuk seragam Segoro Amarto. Dengan adanya koperasi ini, manajemennya jadi lebih mudah dan para pengrajin batik bisa terus produksi setelah stok habis. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑