Telkomsat memperkuat jasa konektivitas berbasis satelit untuk mendukung transformasi digital sektor maritim .(Dok.Telkomsat)
TELKOMSAT memperkuat layanan konektivitas berbasis satelit untuk mendukung transformasi digital sektor maritim Indonesia. Penguatan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan pertukaran info kapal nan beraksi di wilayah perairan nan tidak terjangkau jaringan terestrial.
Konektivitas menjadi kebutuhan krusial bagi beragam aktivitas maritim, mulai dari pelayaran niaga, logistik, perikanan, daya dan pertambangan, kapal penunjang industri, hingga kapal wisata. Akses komunikasi dibutuhkan untuk mendukung koordinasi dengan pusat kendali, pemantauan armada, pertukaran data, pembaruan info cuaca, serta komunikasi awak kapal.
Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto mengatakan karakter industri maritim memerlukan teknologi nan bisa mengikuti pergerakan kapal dan menyesuaikan kebutuhan operasional pelanggan.
“Industri maritim mempunyai karakter nan sangat dinamis. Kapal terus bergerak dan beraksi di wilayah nan tidak selalu dapat dijangkau jaringan terestrial. Telkomsat mau menghadirkan solusi nan tidak hanya andal, tetapi juga mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna selama menjalankan aktivitas di laut,” ujar Andri.
Menurut Andri, konektivitas di tengah pelayaran tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi. Teknologi tersebut dapat mendukung efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan visibilitas pengelola terhadap aktivitas armada.
Akses komunikasi nan stabil memungkinkan koordinasi antara kapal dan pusat operasional dilakukan secara lebih cepat. Informasi perjalanan juga dapat diperbarui secara berkala sehingga pengelola armada mempunyai gambaran kondisi operasional nan lebih aktual untuk mendukung pengambilan keputusan.
Telkomsat mengembangkan jasa konektivitas satelit nan dapat mendukung mobilitas kapal serta menyediakan akses internet berkecepatan tinggi selama pelayaran. Perangkat nan digunakan dirancang praktis untuk menunjang kebutuhan operasional di atas kapal.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas, seperti komunikasi operasional, akses aplikasi berbasis cloud, pertukaran info antara kapal dan pusat kendali, pemantauan armada, serta kebutuhan komunikasi awak kapal.
SEKTOR LAINNYA
Selain perusahaan pelayaran, solusi konektivitas tersebut ditujukan bagi sektor perikanan, daya dan pertambangan, kapal pendukung operasional, serta pelaku upaya nan memerlukan akses komunikasi ketika berada di laut.
“Bagi kami, menghadirkan konektivitas di atas kapal bukan sekadar menyediakan akses internet. Nilai nan mau kami berikan adalah gimana teknologi tersebut dapat membantu pengguna menjaga produktivitas, meningkatkan kualitas operasional, serta menciptakan pengalaman pelayaran nan lebih kondusif dan nyaman,” kata Andri.
Kebutuhan konektivitas juga berangkaian dengan kondisi awak kapal nan menjalani perjalanan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Akses komunikasi memungkinkan awak kapal tetap memperoleh info dan berkomunikasi dengan family selama berada di tengah laut.
Dalam pengembangan layanan, Telkomsat tidak hanya mengandalkan kesiapan teknologi. Perusahaan juga menyiapkan support mulai dari konsultasi kebutuhan pelanggan, instalasi perangkat, aktivasi layanan, hingga support teknis.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jasa dengan karakter dan kebutuhan masing-masing aktivitas operasional maritim. Dengan support prasarana satelit dan pengalaman mengelola jasa konektivitas, Telkomsat menargetkan kontribusi nan lebih besar terhadap digitalisasi sektor maritim nasional.
Luasnya wilayah perairan Indonesia membikin kebutuhan konektivitas menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi industri telekomunikasi. Dengan konektivitas berbasis satelit, kapal tetap dapat terhubung meski beraksi jauh dari wilayah pesisir dan jaringan terestrial.
Penguatan konektivitas tersebut diharapkan dapat membantu industri maritim menjaga kelancaran operasional, mempercepat komunikasi, meningkatkan efisiensi, dan mendukung transformasi digital di beragam wilayah perairan Indonesia. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·