Kondisi Terkini NTT Diserbu Gempa Susulan, Terbaru M5,2

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Gempa susulan terus bermunculan di Nusa Tenggara Barat (NTT) terus bermunculan dengan intensitas bervariasi.

Warga desa duduk di bawah tenda darurat setelah mengungsi ke perbukitan menyusul gempa bumi nan terasa di Sikka, Indonesia, Minggu (16/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Warga desa duduk di bawah tenda darurat setelah mengungsi ke perbukitan menyusul gempa bumi nan terasa di Sikka, Indonesia, Minggu (16/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Petugas kepolisian membantu memindahkan seorang pasien ke tempat penampungan di area terbuka sebuah rumah sakit, menyusul gempa bumi nan terasa di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Minggu (15/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Petugas kepolisian membantu memindahkan seorang pasien ke tempat penampungan di area terbuka sebuah rumah sakit, menyusul gempa bumi nan terasa di Labuan Bajo. (REUTERS/Stringer)

Warga mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah setelah gempa bumi di Maumere, Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Minggu (15/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Warga mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah setelah gempa bumi di Maumere, Sikka. (REUTERS/Stringer)

Warga desa beristirahat di tenda darurat setelah mengungsi ke perbukitan menyusul gempa bumi nan terasa di Sikka, Indonesia, Minggu (16/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Warga desa beristirahat di tenda darurat setelah mengungsi ke perbukitan menyusul gempa bumi nan terasa di Sikka. (REUTERS/Stringer)

Warga desa beristirahat di tenda darurat setelah mengungsi ke perbukitan menyusul gempa bumi nan terasa di Sikka, Indonesia, Minggu (16/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB telah tercatat 235 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2. Sebagian besar aktivitas gempa tersebut terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores. BMKG juga memantau perkembangan gelombang gempa susulan dari waktu ke waktu. Berdasarkan diagram nan diamati, jumlah gempa susulan belum memasuki fase peluruhan. (REUTERS/Stringer)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News