Menkes Pastikan Obat untuk Korban Gempa NTT Cukup, Distribusi dari Bali-Makassar

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Sejumlah penduduk terdampak musibah gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTO

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan stok obat-obatan untuk penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap mencukupi. Pemerintah juga menyiapkan pengedaran obat dari wilayah nan lebih dekat, ialah Bali dan Makassar.

“Obat-obatan, catatan kita tetap cukup, sudah dibawa tadi malam sebagian,” kata Budi saat ditemui di area Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara saat ditemui di area Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Budi mengatakan, kebutuhan obat-obatan bakal dipetakan melalui Health Emergency Operation Center nan telah dibentuk pemerintah. Setelah kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak teridentifikasi, obat-obatan bakal kembali dikirim.

“Nanti kan hari ini mulai bergerak tuh tim Health Emergency Operation Center-nya, kita tahu kebutuhannya apa aja, sehingga bisa dikirim malam ini juga kelak ke sana,” ujarnya.

Pemerintah tidak kudu mengirim seluruh support obat dari Jakarta. Budi mengatakan pengedaran dapat dilakukan dari wilayah nan lebih dekat dengan NTT, seperti Bali dan Makassar, untuk mempercepat pengiriman.

“Dan ambilnya kan enggak usah dari Jakarta, bisa dari Bali alias Makassar lebih dekat,” kata Budi.

Tenaga Medis Dikerahkan

Selain itu, Kemenkes juga menyiapkan tenaga kesehatan tambahan untuk wilayah terdampak.

Budi mengatakan jumlah tenaga kesehatan nan terdaftar di NTT dinilai cukup. Namun, pemerintah mengantisipasi adanya tenaga kesehatan nan turut terdampak gempa sehingga sejumlah Emergency Medical Team dikirim ke lokasi.

Tim tersebut bekerja memetakan kebutuhan tenaga medis di setiap wilayah. Pemetaan ini diperlukan agar relawan kesehatan nan hendak membantu dapat diarahkan ke letak nan memang membutuhkan.

“Karena biasanya jika gempa seperti ini nan dibutuhkan pertama kali adalah master bedah, master ortopedi, lantaran pasti traumanya banyak. Itu seminggu pertama pasti banyak ke sana,” kata Budi.

Budi juga menyebut sejumlah kondisi pasien menjadi perhatian khusus, di antaranya ibu mengandung dengan komplikasi, korban patah tulang, serta pasien nan memerlukan cuci darah.

Gempa 7,7 M Guncang NTT

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8). BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT alias sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG juga sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan awal tsunami untuk sejumlah wilayah, ialah NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan info sementara BNPB per Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, korban meninggal bumi tercatat di sejumlah wilayah, ialah 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

Petugas hingga sekarang tetap melakukan pemindahan serta memberikan perawatan medis kepada para korban terdampak gempa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan