Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, tampak lengang pada Selasa (5/5). Tidak ada aktivitas belajar mengajar seperti biasa setelah pengasuh ponpes berjulukan Asyhari menjadi tersangka.
Salah satu warga, Anwar, menjelaskan bahwa setelah tindakan demonstrasi dan adanya imbauan untuk mengevakuasi seluruh santri, para orang tua langsung beramai-ramai menjemput anak-anak mereka.
Saat ini, semua santri sudah tidak berada di ponpes, termasuk siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI).
"Baru dua hari ini sepi. Santri sejak kemarin sudah pulang semua. Sudah tidak ada lagi," kata Anwar di lokasi.
Anwar menambahkan, siswa kelas VI MI nan mengikuti ujian semester akhir diberi dua opsi. Bagi nan berasal dari luar wilayah dapat mengikuti ujian secara daring, sedangkan penduduk setempat tetap mengikuti ujian di sekolah.
"Kelas VI itu nan luar kota ujiannya daring, jika penduduk sini ujian langsung," ujarnya.
Sepengetahuan Anwar, santri Ponpes Ndholo Kusumo ada nan berasal dari luar daerah. Sebagian dari mereka dijemput menggunakan mobil dan sebagian dengan sepeda motor.
"Infonya dari Kudus dan Jakarta ada. Itu saja nan saya tahu. Kalau luar pulau tidak tahu. Dijemput pakai mobil alias sepeda motor," kata Anwar.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·