Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 27 Maret 2026 |15:49 WIB

Peralihan dari kompor gas ke kompor listrik dinilai relevan di tengah lonjakan nilai daya dunia. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Peralihan dari kompor gas ke kompor listrik dinilai relevan di tengah lonjakan nilai daya dunia. Kompor induksi menghadirkan efisiensi biaya operasional, penggunaan daya nan lebih stabil, serta kemudahan pengaturan panas nan merata, baik bagi rumah tangga maupun pelaku upaya kecil.
Pelaku UMKM, Siti Sarah, merasakan langsung akibat positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usahanya. Menurutnya, penggunaan kompor induksi membikin biaya produksi jauh lebih irit sehingga untung dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat tetap menggunakan LPG.
"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk daya masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih sigap dan bersih, saya jadi lebih produktif menerima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti, Jumat (27/3/2026).
Pengguna lainnya, Hevy Prasmawati (31), seorang ibu rumah tangga, turut merasakan kelebihan kompor listrik nan menghadirkan panas lebih stabil dan merata pada masakan. Hasil masakan pun menjadi lebih presisi. Selain itu, Hevy juga mengapresiasi fitur pintar, seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, nan memberikan kemudahan sekaligus rasa kondusif lebih bagi penunggu rumah.
Hevy menambahkan bahwa penggunaan perangkat masak berbahan komposit nan dirancang unik untuk induksi menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil maksimal. Meski perangkat ini mempunyai daya sekitar 1.300 watt, penggunaan perangkat masak nan tepat justru mempercepat proses pematangan sehingga konsumsi daya tetap terkendali secara efektif.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·