Komnas PA Sebut Kasus Bully Setrum Bocah di Jakpus Termasuk Kriminal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut kasus bullying alias perundungan dengan langkah disetrum terhadap bocah enam tahun bersinisial MWP di Kramat Pulo, Jakarta Pusat telah masuk ranah kriminal.

Hal itu disampaikan Ketua Komnas PA DKI Jakarta Cornelia Agatha saat mengunjungi langsung kediaman family korban. Cornelia menilai kasus tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai kenakalan anak biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya lihat, anak-anak sekarang ini sudah nggak bisa dibedakan lagi, nyaris nggak bisa dibedakan mana kenakalan, mana kriminal. Dan menurut saya ini bukan kenakalan saja, tapi sudah kriminal," kata Cornelia seperti dikutip Detik.com, Sabtu (13/6).

Dia karenanya mendorong agar penanganan kasus tersebut kudu dilakukan secara serius untuk memberikan pengaruh jera kepada pelaku.

Meski begitu, Cornelia enggak berbincang lebih jauh soal proses norma dalam kasus tersebut. Sebab, pihaknya hingga saat ini belum berkoordinasi dengan kepolisian.

"Jadi memang kudu tegas untuk penanganannya, kudu tegas untuk memberikan pengaruh jera. Dan juga bisa memberikan edukasi kepada anak-anak lainnya," ungkapnya.

Di sisi lain, Komnas PA mempertanyakan keamanan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat nan menjadi letak kejadian. Cornelia menilai taman bermain anak semestinya menjadi ruang nan kondusif dan ramah bagi anak.

Menurut Cornelia, keberadaan akomodasi nan berpotensi membahayakan anak perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kalau sebuah taman berpotensi mencelakakan anak, tentunya tidak ramah anak. Perlu perbaikan dan pertimbangan agar tidak terjadi hal-hal nan serupa kemudian hari," katanya.

Sementara itu, family MWP (6) telah menolak langkah tenteram dan bakal tetap mengawal proses norma terhadap pelaku hingga tuntas.

Ayah korban, Bella (29) mengatakan, meski sempat ada upaya komunikasi dari pihak family salah satu pelaku untuk meminta maaf, namun dia tetap teguh pada pendiriannya. Menurut Bella, ketegasan langkah norma nan diambil juga sebagai pesan kepada publik untuk tidak mentoleransi aksi perundungan.

"Kalau buat minta maaf pasti ada, salah satu orang tua pelaku ada nan berupaya beriktikad baik datang dan kasih makanan. Tapi kami menolak, lantaran kami tetap tidak mau berdamai," kata Bella kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6) dikutip dari Antara.

Baca selengkapnya di sini.

(bac/thr/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional