Komisi X Soroti Ospek di UNP, Nilai Rendahkan Martabat Maba-Minta Dievaluasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menyerukan pertimbangan kepada praktik-praktik masa orientasi alias ospek nan berpotensi merendahkan martabat mahasiswa baru (maba).

Hal itu disampaikannya menyusul beredarnya video sejumlah mahasiswa baru Universitas Negeri Padang (UNP) nan terlihat melangkah jongkok saat hendak memasuki kampus.

Lalu menilai praktik seperti itu tidak sejalan dengan tujuan pengenalan kehidupan kampus. Menurutnya, aktivitas orientasi semestinya jadi sarana untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun karakter mahasiswa.

“Perspektif saya, praktik Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) nan menyuruh maba jalan jongkok, menggunakan atribut nan merendahkan, alias corak senioritas berlebihan tentu perlu dievaluasi,” kata Lalu saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).

Dia menegaskan, aktivitas pengenalan kehidupan kampus semestinya berjalan dalam suasana nan mendidik dan tidak menjadi ruang bagi perundungan maupun penyalahgunaan kekuasaan oleh senior terhadap mahasiswa baru.

“Prinsipnya, pengenalan kehidupan kampus kudu mendidik, membangun karakter, dan memperkenalkan lingkungan akademik, bukan menjadi ruang perundungan alias penyalahgunaan kekuasaan,” ujarnya.

Lalu juga menyinggung sikap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto nan telah menegaskan praktik ospek nan berpotensi memicu kekerasan dan bullying tidak boleh dilakukan.

“Untuk kasus UNP alias di kampus mana pun, menurut saya perlu ada penjelasan dari pihak kampus, mengecek siapa nan bertanggung jawab atas rangkaian aktivitas tersebut, serta memastikan ada pertimbangan agar kejadian serupa tidak berulang,” tuturnya.

Meski demikian, Lalu menegaskan Komisi X DPR tidak mempersoalkan aktivitas pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Menurutnya, aktivitas tersebut tetap krusial selama dilaksanakan dengan langkah nan mendidik dan menghormati mahasiswa.

“Kami bukan anti-kegiatan pengenalan kampus, tetapi menolak cara-cara nan merendahkan martabat mahasiswa baru,” tegasnya.

Dia mengatakan tradisi dalam aktivitas pengenalan kampus tetap dapat dipertahankan. Namun, tradisi tersebut tidak boleh menjadi argumen untuk melakukan penghinaan, pemaksaan, ataupun tindakan nan berpotensi menimbulkan kekerasan.

Suasana Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Foto: Dok. kumparan

“Tradisi boleh dilestarikan, tetapi jika sudah mengandung penghinaan, pemaksaan, alias potensi kekerasan, kudu dihentikan dan dievaluasi,” kata Lalu.

Sementara video soal mahasiswa UNP itu viral di media sosial kemarin. Video menampilkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) disuruh jalan jongkok saat hendak memasuki kampus. Dari narasi nan beredar, maba tersebut disuruh seniornya.

Dalam video nan beredar, terlihat para maba mengenakan seragam hitam putih melangkah jongkok sembari diawasi senior. Mereka juga dilengkapi beragam atribut, mulai dari nan dikenakan di kepala hingga tulisan di kertas nan dikalungkan.

Sekretaris UNP Erianjoni menegaskan tindakan maba melangkah jongkok itu bukan corak perpeloncoan. Menurutnya, aktivitas tersebut hanya sebagai pemanasan alias peregangan menjelang masuk kampus.

“Bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh,” kata Erianjoni saat dihubungi kumparan, Rabu (19/8).

Ia mengungkapkan, UNP tidak mewajibkan tindakan melangkah jongkok terhadap maba. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan tindakan spontan nan dilakukan sejumlah senior kepada maba.

“Tidak ada kita model gitu, tapi beberapa di prodi. Tujuannya untuk mendidik adik-adik agar disiplin,” ungkapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan