Jakarta -
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, berambisi anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 teralokasi dengan efektif. Esti menyoroti peruntukan anggaran kudu betul-betul sampai ke sekolah, perguruan tinggi hingga guru.
"Persoalan utamanya bukan hanya berapa besar anggaran pendidikan secara menyeluruh, melainkan berapa banyak nan betul-betul sampai kepada sekolah, perguruan tinggi, guru, dosen, peserta didik, perpustakaan, serta peningkatan mutu pembelajaran," kata My Esti Wijayati kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
My Esti menyoroti anggaran nan diperuntukkan bagi Dikdasmen hingga Dikti. Esti mengingatkan agar anggaran pendidikan 2027 diarahkan untuk menyelesaikan beragam persoalan mendasar pendidikan.
"Anggaran pendidikan naik tapi di rincian RAPBN 2027, jumlah untuk program pendidikan tidak naik signifikan khususnya untuk Dikdasmen dan Dikti. Perpusnas juga hanya Rp 400 M," kata Esti.
Ia lantas mengatakan PR pendidikan masa lampau juga kudu dituntaskan. Esti menyebut akomodasi sekolah di area musibah mesti diutamakan.
"PR-PR masa lampau dan tahun ini nan kudu diselesaikan di tahun depan itu mulai dari honor alias penghasilan guru, akomodasi pendidikan di banyak wilayah termasuk wilayah 3T, sekolah-sekolah nan rusak, sarana-prasarana nan belum memadai, penyelesaian sigap untuk wilayah-wilayah nan terdampak bencana, sehingga penggunaan anggaran kudu lebih diefektifkan," tambahnya.
Legislator PDIP ini menekankan pentingnya pemerintah memprioritaskan peningkatan kesejahteraan pembimbing melalui anggaran tahun 2027. Ia mau pembimbing mendapatkan kesejahteraan nan layak.
"Kebijakan anggaran pendidikan tidak bisa hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan pembimbing sebagai salah satu komponen utama pendidikan mendapatkan support dan kesejahteraan nan layak," imbuhnya.
(dwr/azh)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·