Komisi IX Ingatkan Penjual Masker Tak Naikkan Harga Imbas Abu Anak Krakatau

Sedang Trending 41 menit yang lalu
Sejumlah penduduk membeli masker di area kolong Tol Depok-Antasari, Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta toko obat dan para penjual masker tidak meningkatkan nilai dengan berlebihan di tengah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hal itu menyusul abu vulkanik erupsi nan tersebar sampai hingga ke sejumlah wilayah, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Yahya meminta para penjual masker tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup untung dengan meningkatkan nilai masker berlipat-lipat.

“Saya minta pihak toko obat dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan meningkatkan nilai masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat nan hidupnya tetap mengalami kesulitan,” kata Yahya kepada wartawan, Senin (7/9).

Selain meminta nilai masker tetap terjangkau, Yahya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Yahya menjelaskan, abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Material tersebut juga dapat menyebabkan iritasi andaikan mengenai mata.

“Saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi gunung anak krakatau nan abu vulkaniknya sampai ke Jakarta,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini. Foto: Dok. Istimewa

“Abu vulkanik merupakan material nan sangat rawan bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi jika terkena mata lantaran mengandung silica,” lanjut Yahya.

Karena itu, dia meminta masyarakat menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai krusial untuk mengurangi akibat paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.

“Saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Supaya kondusif dari ancaman abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata agar terhindar dari iritasi,” tuturnya.

Yahya juga meminta pemerintah memastikan kesiapan akomodasi kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan nan diperlukan jika berakibat bagi munculnya penyakit pernapasan seperti ISPA,” ujarnya.

Di sisi lain, Yahya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau serta akibat abu vulkaniknya. Masyarakat diminta mengikuti protokol kesehatan nan ditetapkan pemerintah ketika beraktivitas di luar rumah.

“Saya meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak panik dengan mengikuti protokol kesehatan nan ditetapkan oleh pemerintah jika beraktivitas di luar rumah, terutama para pengendara sepeda motor dan pengguna kendaraan umum,” kata Yahya.

Selain imbauan langsung kepada masyarakat, Yahya meminta pemerintah melakukan sosialisasi secara masif mengenai ancaman abu vulkanik.

“Saya minta Kemenkes dan Pemda DKI untuk melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi masyarakat mengenai ancaman abu vulkanik dan mengikuti protokol kesehatan nan ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan