Komisi I DPR Yakin Gencatan Senjata AS-Iran Buka Jalan Solusi Jangka Panjang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu. Dave mengatakan gencatan senjata tersebut bisa menjadi momentum awal untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

"Komisi I DPR RI memandang kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran sebagai langkah positif nan patut diapresiasi. Kesepakatan ini membuka ruang bagi diplomasi dan memberikan angan bagi terciptanya stabilitas kawasan, khususnya di Timur Tengah," kata Dave kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dave menilai, pembukaan Selat Hormuz menjadi perkembangan penting. Hal itu lantaran dapat meredakan ketegangan sekaligus menjaga stabilitas pengedaran daya global.

"Pembukaan kembali Selat Hormuz selama periode gencatan senjata merupakan perkembangan nan sangat strategis, mengingat jalur tersebut adalah nadi utama perdagangan daya dunia," ujarnya.

"Langkah ini bukan hanya meredakan ketegangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi stabilitas berkepanjangan di kawasan. Momentum positif ini diharapkan terus terjaga sehingga Selat Hormuz menjadi simbol kerja sama internasional nan membawa faedah bagi banyak negara, termasuk Indonesia," sambungnya.

Dave menekankan pentingnya transparansi dan keadilan mengenai potensi kebijakan biaya transit kapal di Selat Hormuz. Menurutnya, perihal itu gar tak menghalang perdagangan internasional.

Selain itu, dia juga bakal memastikan pemerintah menjalankan diplomasi dan koordinasi lintas kementerian secara efektif. Dave menekankan jika Indonesia kudu bisa menjaga kelancaran pengedaran energi.

"Komisi I DPR RI menegaskan komitmennya untuk mendukung setiap upaya diplomasi nan berorientasi pada perdamaian, stabilitas, dan kepentingan strategis bangsa. Kami percaya bahwa momentum positif dari gencatan senjata ini dapat menjadi injakan bagi terciptanya solusi jangka panjang nan lebih konstruktif," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Iran bakal menyetujui gencatan senjata "jika serangan terhadap Iran dihentikan".

Dia menambahkan, "selama periode dua minggu, jalur pelayaran kondusif melalui Selat Hormuz bakal dimungkinkan".

Menurut Araghchi, perihal tersebut bakal dilakukan "melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis nan ada".

Pernyataan Araghchi mengemuka sesaat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran bakal menempuh gencatan senjata selama dua minggu dengan syarat Iran membuka lampau lintas maritim di Selat Hormuz.

"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," ujar Trump di Truth Social.

(amw/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News