Komisi I DPR Harap Gencatan Senjata AS-Iran Permanen: Dunia Butuh Stabilitas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Wakil Ketua Komisi I Sukamta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyambut baik tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat, Israel, dengan Iran.

Dia berambisi kesepakatan itu tak berakhir sebagai langkah sementara, melainkan dapat bersambung menjadi perdamaian nan permanen.

“Kita menyambut baik gencatan senjata ini dan berambisi dapat terus bersambung secara permanen. Dunia memerlukan stabilitas, dan nan lebih krusial adalah tidak ada lagi negara nan melakukan agresi terhadap negara lain,” ujar Sukamta dalam keterangannya, Jumat (10/4).

“Gencatan senjata ini adalah langkah positif, namun kudu diiringi komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk dalam corak tekanan ekonomi dan daya nan dapat merugikan masyarakat global,” lanjutnya.

Sebuah bendera Iran tergeletak di tengah reruntuhan gedung Universitas Teknologi Sharif, nan rusak akibat serangan udara, di tengah bentrok AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Sukamta menyoroti catatan dari sejumlah gencatan senjata sebelumnya nan melibatkan Israel. Ia menyebut, pelanggaran kesepakatan kerap terjadi, baik dalam bentrok di Palestina maupun Lebanon.

Terbaru, dia menyinggung adanya korban jiwa akibat agresi Israel di Lebanon pada Rabu (7/4), di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

“Ini menjadi catatan krusial bagi kita bahwa Israel sering tidak komitmen dengan kesepakatan nan telah dibuat. Ini ancaman bagi perwujudan perdamaian kawasan. Pihak-pihak mengenai khususnya Presiden Trump kudu memastikan Israel untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” tegasnya.

video from internal kumparan

Sukamta menilai, pola bentrok dunia saat ini tidak lagi semata bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga melibatkan tekanan sistemik pada sektor daya dan ekonomi. Dalam konteks ini, area strategis seperti Selat Hormuz menjadi sangat krusial terhadap stabilitas dunia.

Sebagai negara nan terdampak oleh dinamika global, Indonesia disebut mempunyai kepentingan besar terhadap stabilitas internasional. Sukamta mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi aktif dan memainkan peran strategis dalam menjaga perdamaian dunia.

“Pentingnya peran Indonesia di forum internasional seperti ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation, dan United Nations untuk mendorong penyelesaian bentrok secara tenteram serta menolak segala corak agresi antarnegara,” ungkapnya.

Warga berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026), menyusul pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Foto: STR / AFP

Politikus PKS ini berambisi momentum gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian bentrok nan lebih luas, termasuk mendorong kemerdekaan Palestina.

“Kita berambisi gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi nan setara dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara nan berdaulat,” tegasnya.

Sukamta mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor daya dan ekonomi, agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global.

“Harapan kita sederhana namun mendasar gencatan senjata ini dapat melangkah permanen, tidak ada lagi agresi antarnegara, dan hak-hak bangsa Palestina dapat terpenuhi dalam corak kemerdekaan nan sah dan diakui dunia,” kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan