Komisi I DPR Anggap Tukar Jabatan KSAD dan Wapang TNI Bagian dari Penyegaran

Sedang Trending 20 jam yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menanggapi pergantian kedudukan Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dia menilai pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika dan penyegaran di lingkungan TNI.

"Ini bagian dari merespons dinamika dengan penyegaran ketua TNI," kata Sukamta kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Diketahui, pada Kamis (15/10), Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI. Prabowo juga melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus PKS itu menilai Maruli dan Tandyo merupakan jenderal senior nan telah memahami tantangan dan potensi di lingkungan TNI. Menurutnya, pergantian kedudukan tersebut hanya berupa pertukaran posisi dengan perbedaan tingkat kedudukan nan tak terlalu jauh.

"Beliau-beliau kan jendral senior dan ini hanya tukar posisi dengan selisih sedikit. Saya percaya beliau berdua sudah memahami tantangan dan potensinya dan bisa bekerja dengan baik," ujarnya.

Hal nan sama disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. Dave mengatakan pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penataan kepemimpinan di lingkungan TNI.

"Menurut saya, pergantian kedudukan Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penataan kepemimpinan di lingkungan TNI," kata Dave.

Dave menghormati keputusan Prabowo mengenai pergantian kedudukan tersebut. Dia berambisi perubahan kepemimpinan itu dapat memperkuat penyelenggaraan tugas dan kesiapan organisasi TNI.

"Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempunyai pengalaman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan TNI," ujarnya.

"Dengan amanah baru nan diberikan, keduanya diharapkan dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi penguatan organisasi, profesionalisme prajurit, dan kesiapan pertahanan negara," sambungnya.

Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan menjadi salah satu perihal krusial untuk memastikan program penguatan pertahanan nasional melangkah secara berkelanjutan. Selain itu, kata dia, koordinasi nan solid juga diperlukan untuk menjaga efektivitas tugas.

"Kita berambisi amanah baru ini dapat dijalankan dengan baik, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Penguatan kepemimpinan TNI pada akhirnya diharapkan semakin mendukung terwujudnya pertahanan nasional nan handal serta bisa menjawab kebutuhan strategis Indonesia," ungkapnya.

(amw/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑