Kolaborasi Multisektor Kebut Pembangunan Huntap di Fase Pemulihan Permanen

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Pembangunan kediaman tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat. Memasuki fase pemulihan permanen, percepatan huntap diwujudkan melalui sinergi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, bumi usaha, hingga golongan masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan percepatan pembangunan huntap juga terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan LKPP, kejaksaan, kepolisian, pemerintah daerah, serta beragam pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan melangkah sigap dengan tata kelola nan baik.

"Koordinasi telah dilakukan dan beberapa opsi kerja sama telah dibahas, juga mencakup LKPP, kejaksaan, dan kepolisian untuk memastikan tata kelola nan baik." kata Maruarar dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 2.603 unit huntap nan sedang diproses. Beberapa ratus unit juga telah diserahkan sebelumnya, sementara penyerahan tambahan bakal dilakukan dalam waktu dekat kepada masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara dengan support Yayasan Buddha Tzu Chi dan pemerintah wilayah setempat.

Untuk pembangunan huntap komunal, Kementerian PKP juga terus berkoordinasi dengan ATR/BPN, Danantara, dan Kementerian Lingkungan Hidup mengenai kesiapan lahan.

Sementara itu, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pembangunan huntap menjadi bagian krusial dari tahapan menuju pemulihan permanen melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis Rencana Induk (Renduk) 2026-2028 nan memuat lebih dari 11 ribu aktivitas lintas sektor.

"Yang Prioritas utama tentu di tahun 2026 (yaitu) infrastruktur, sungai, jalan, kemudian sekolah, dan lain-lain. Huntap, lantaran (penyintas) jangan terlalu lama di Huntara saya harapkan," imbuh Tito.

Sebagai informasi, info Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana per 30 Mei 2026 mencatat, dari total rencana 39.217 unit huntap di tiga provinsi, saat ini 1.138 unit berada dalam tahap pembangunan dan 364 unit telah selesai dibangun.

Di Aceh, percepatan huntap ditopang oleh keterlibatan banyak aktor. BNPB menangani 6.804 unit dengan 175 unit telah selesai dibangun dan 10 unit tetap berproses. Dukungan besar juga datang dari Kementerian PKP nan menyiapkan 20.647 unit, Polri dengan pembangunan 300 unit nan sedang berjalan, serta Yayasan Buddha Tzu Chi nan menangani 1.000 unit dengan 283 unit telah memasuki tahap progres pembangunan.

Kemenko Polkam telah menyelesaikan 104 unit, sementara support tambahan berasal dari Kadin dan beragam mitra lainnya.

Di Sumatera Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi salah satu kontributor terbesar melalui pembanguan 1.103 unit dengan 297 unit telah berproses dan 227 unit telah selesai dibangun. Kementerian PKP menyiapkan 3.707 unit, BNPB menangani 2.235 unit, sementara lembaga lagi seperti Baznas dan support perorangan turut memperkuat pembangunan kediaman bagi penyintas.

Di Sumatera Barat, BNPB mencatat 21 unit dalam progres pembangunan, Yayasan Buddha Tzu Chi menangani 500 unit dengan 54 unit dalam progres, Kadin Indonesia telah menyelesaikan 5 unit dan tetap melanjutkan 5 unit lainnya, sementara support pemerintah wilayah dan LSM turut menghasilkan unit huntap nan telah rampung dibangun di lapangan.

Kementerian PKP menyiapkan 1.252 unit untuk mendukung percepatan pemulihan kediaman permanen.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News