Koalisi Buruh Batal Demo Pekan Depan, Cemas Ada Penyusup

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) mengurungkan rencana demonstrasi besar mereka pekan depan lantaran cemas tindakan ditunggangi penyusup.

Aksi rencananya bakal digelar pada Senin (10/8) di depan kompleks parlemen untuk mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan koalisi telah mencermati situasi di lapangan, dan menduga ada kelompok-kelompok nan telah menunggu momentum tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mencermati ada kelompok-kelompok nan memang sudah menunggu aktivitas pekerja menggelar tindakan besar-besaran. Kelompok nan tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi menumpang dalam tindakan pekerja nan tergabung di KBPBI," kata Andi dalam keterangannya seperti dikutip detikcom, Selasa (4/8).

Dia bilang demonstrasi rencananya bakal diikuti sekitar 50 ribu pekerja dari 18 konfederasi nan tergabung dalam KBPBI. Namun, mempertimbangkan potensi penyusup, KBPBI memutuskan menundanya sembari terus mengawasi perkembangan situasi.

"Kami memikirkan kondisi bangsa ini dan juga situasi masyarakat nan mulai resah dengan berita soal kerusuhan Agustus," katanya.

Meski begitu, kata Andi, KBBI menegaskan bakal terus mengawal pembahasan RUU Ketenagakerjaan di DPR.

Sebelumnya, mereka juga telah bersafari ke sejumlah Fraksi di DPR untuk menyerahkan draf usulan RUU Ketenagakerjaan. Draf itu disusun oleh personil Koalisi pekerja nan terdiri dari 18 konfederasi dan 157 federasi.

Terakhir, koalisi juga berjumpa dengan Pimpinan DPR RI yaitu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Meski menunda aksi, KBPBI turut memperingatkan DPR potensi kerusuhan besar pada Agustus ini nan bisa saja terjadi jika aspirasi pekerja tidak diakomodasi. Koalisi menyampaikan bahwa pekerja tidak mau rangkaian demo Omnibus Law pada 2020 dan setelahnya kembali terulang.

"Kami tidak menginginkan seperti Omnibus Law, jadi berjejal, berjilid-jilid dan sangat panjang, dan perlawanan sangat keras di seluruh Indonesia," ucap Andi.

[Gambas:Youtube]

(thr/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional