Kapal KM Mutiara Sentosa 2 nan melayani rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8).
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menjelaskan berasas info dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang saat kejadian terjadi.
“PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menelepon petugas siaga Kantor SAR Surabaya untuk menginformasikan bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB (awak kapal) sekitar 250 orang,” kata Nanang kepada kumparan, Minggu (2/8).
“Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali,” sambungnya.
Berdasarkan perkembangan situasi di lapangan, pada pukul 09.45 WIB kapal Meratus Project 3 melaporkan posisi KM Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi. Saat itu kondisi kapal dilaporkan nyaris terbakar habis, sementara para penumpang berkumpul di anjungan dan hadapan kapal.
Karena membawa muatan nan mudah terbakar, Meratus Project 3 tidak dapat merapat. Proses pemindahan kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26 nan mendekati kapal.
Pada pukul 10.20 WIB, dilaporkan sejumlah penumpang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan kapal British Mentor. Saat itu terdapat empat kapal nan berada di sekitar letak kejadian untuk membantu proses penyelamatan.
Hingga buletin ini ditulis, proses pemindahan tetap terus berlangsung. Belum ada info resmi mengenai penyebab kebakaran maupun adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapal KM Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep
Sebelumnya, kapal KM Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di perairan sekitar Sumenep, Madura, Minggu (2/8).
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan sejumlah kapal telah mendekat ke letak untuk memberikan bantuan.
“Posisi memang betul terjadi (kebakaran). Saat ini ada sekitar dua sampai tiga kapal nan sudah merapat ke letak kapal terbakar,” kata Didit kepada kumparan, Minggu (2/8).
Menurut Didit, kapal tugboat melakukan proses pemindahan terhadap penumpang dan awak kapal. Sementara itu, kapal Meratus nan berada di sekitar letak tidak dapat merapat lantaran membawa muatan bahan rawan (hazardous materials/hazmat).
“Meratus posisinya mendekat, tapi tidak bisa merapat lantaran membawa muatan hazmat. Jadi nan melakukan proses pemindahan adalah tugboat,” ujarnya.
Pos SAR Sumenep juga telah mengerahkan personel ke lokasi. Selain itu, KN SAR 249 Permadi disiagakan menuju letak meski memerlukan waktu tempuh sekitar tujuh hingga delapan jam.
“Tim dari Pos SAR Sumenep juga proses pemberangkatan. Kalau KN Permadi posisinya tetap cukup jauh, sekitar tujuh sampai delapan jam perjalanan ke lokasi. Kami sedang mengupayakan koordinasi dengan unsur-unsur di sekitar Sumenep,” katanya.
Didit menambahkan, proses pemindahan dilakukan menggunakan TB Hasnur 26 sebelum para penumpang dipindahkan ke MV Meratus 2.
“Saat ini POB dalam proses pemindahan oleh TB Hasnur 26 untuk ditransfer ke MV Meratus 2. Semoga seluruh POB bisa dievakuasi dengan selamat dan aman,” ucapnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·